Jumlah WNI di Perfektur Saga Jepang Meningkat 23,3 Persen, Didominasi Para Pemagang

Jumlah penduduk WNI yang berada di Perfektur Saga dekat Fukuoka per 31 Desember 2016 ternyata meningkat drastis 23,3 persen dibandingkan tahun 2015.

Jumlah WNI di Perfektur Saga Jepang Meningkat 23,3 Persen, Didominasi Para Pemagang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Situs Perfektur Saga Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah penduduk warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Perfektur Saga dekat Fukuoka per 31 Desember 2016 ternyata meningkat drastis 23,3 persen dibandingkan tahun 2015 dan 2014.

"Paling banyak para pemagang Indonesia di sini," ungkap Mariko Kawasaki seorang pejabat Pemda Saga kepada Tribunnews.com, Selasa (5/12/2017).

Para pemagang (jishusei) tersebut sebanyak 384 orang di tahun 2016 yang berarti 84,4 persen dari jumlah penduduk Indoensia di Perfektur Saga sebanyak 455 orang.

Dari jumlah 455 orang, selain para pemagang Indonesia yang meningkat drastis 23,3 persen, yang sekolah bahasa Jepang juga banyak sejumlah 19 orang, permanent resident 8 orang dan yang visanya ikut suami atau istri warga Jepang sebanyak 7 orang.

Baca: Apa yang Akan Terjadi saat Kaisar Jepang Akihito Turun Takhta 30 April 2019?

Sisa WNI dengan pekerjaan di bidang pendidikan sebagai guru, tenaga medis, teknologi, perdagangan, melakukan pertukaran budaya, sebagai ibu rumah tangga, kegiatan khusus seperti pegawai konsul jenderal, dan sebagainya.

Tahun sebelumnya 2015 kenaikan jumlah penduduk WNI di Saga hanya 16 persen dan tahun 2014 kenaikan jumlah WNI di Saga hanya 15 persen dibandingkan tahun 2013.

Paling banyak orang asing yang berada di Saga adalah orang China.

Lalu kenaikan terbanyak kedua adalah Vietnam, kemudian Korea, Filipina dan Indonesia kenaikan terbanyak kelima di Perfektur Saga.

Sedangkan jumlah orang asing yang paling banyak berada di Kota Saga sebanyak 1.529 orang, di Kota Tosu 930 orang, 594 orang di Kota Karatsu dan 538 orang di Kota Imari.

"Jumlah sumber daya manusia yang berkurang sedangkan kebutuhan manusia meningkat dalam berbagai bidang lapangan pekerjaan, mungkin membuat semakin banyak pemagang datang ke Jepang terutama dari Indonesia," kata dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help