Politisi Jepang Berderet Panjang Kalau Dulu KBRI Membuat Pesta Proklamasi di Hotel Besar

Selain itu, kedua duta besar juga dianggapnya lemah, baik yang di Indonesia maupun yang di Jepang.

Politisi Jepang Berderet Panjang Kalau Dulu KBRI Membuat Pesta Proklamasi di Hotel Besar
Richard Susilo
Masakatsu Tozu, Profesor kelahiran Kyoto 2 April 1942 dan mulai datang ke Indonesia tahun 1970 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Profesor Masakatsu Tozu (75) yang pertama kali ke Indonesia tahun 1970, banyak menyebut sebagai peneliti batik Indonesia pula dan aktif dalam pendirian kelompok riset Soekarno di Universitas Kokushikan, merasa cemas dengan hubungan Indonesia-Jepang saat ini.

"Mudah saja terlihat saat pesta Proklamasi kemerdekaan Indonesia di hotel-hotel besar di Tokyo. Kalau dulu banyak sekali berderet-deret politisi Jepang hadir di pesta tersebut. Tapi kini sangat jarang politisi besar yang hadir di pesta proklamasi Indonesia tersebut," papar Tozu khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (6/12/2017).

Selain itu, kedua duta besar juga dianggapnya lemah, baik yang di Indonesia maupun yang di Jepang.

"Presiden Jokowi kelihatannya memfokuskan Dubesnya yang ke Jepang kepada bidang ekonomi, padahal bidang budaya dan sebagainya juga penting," tambahnya.

Hubungan Jepang-Indonesia snagatlah penting, top class, tekannya, "Saya ingin agar jauh lebih kuat bukannya melemah malahan saat ini. Sayang rasanya kalau kini kelihatan melemah," tambahnya.

Padahal Indonesia adalah negara yang paling banyak menerima bantuan dari Jepang melalui ODA (Official Development Assistance).

"Dubes harus jauh lebih kuat saat ini, bukannya malah melemah dan perhatikan hanya ekonomi saja, tetapi juga budaya dan sebagainya dong. Lihat saja contohnya beberapa orang besar Jepang pun kini tak terima undangan kalau ada pesta perayaan Proklamasi Indonesia, sayang sekali."

Padahal, ungkapnya, dia dan beberapa orang jepang sebenarnya sangat mencintai Indonesia dan sangat mendukung kerjasama yang lebih baik lagi antara kedua negara ini.

"Kalau sekarang mantan PM Jepang Fukuda datang, wajar ya kalau Dubes juga hadir. Tetapi yang diinginkan kan lebih banyak lagi politisi besar Jepang hadir di saat pesta Proklamasi Indonesia di jepang, sebagai bukti kuatnya hubungan kedua negara."

Dan hal itu terjadi di jaman Presiden Soeharto dulu, dubes yang top clas saja yang dikirimkan ke Jepang dan para politisi besar pun ramai berderet antri kalau diadakan pesta peringatan Proklamasi Indonesia saat digelar di hotel besar Jepang, tambahnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help