Polemik Yerusalem

Mengapa Kota Yerusalem Sangat Penting Bagi Umat Islam, Kristen dan Yahudi?

Ketika umat Kristen di seluruh dunia memperingati Paskah, orang Yahudi merayakan liburan Paskah dengan sebuah festival tradisi berziarah ke Yerusalem.

Mengapa Kota Yerusalem Sangat Penting Bagi Umat Islam, Kristen dan Yahudi?
THE DAILY STAR
Warga Palestina berdoa di dekat masjid Al Aqsa di Yerusalem. 

TRIBUNNEWS.COM -  Ketika umat Kristen di seluruh dunia memperingati Paskah, orang Yahudi merayakan liburan Paskah dengan sebuah festival tradisi berziarah ke Yerusalem.

Wartawan BBC, Erica Chernofsky mencari tahu mengapa kota ini penting bagi umat Kristen, Islam dan Yahudi, dan tiga agama itu berbagi tempat yang berkaitan dengan figur Ibrahim dalam kitab suci.

Yerusalem, nama itu bergema di hati umat Kristen, Yahudi dan Muslim selama beberapa abad berbagi area dan sejarah perselisihan.

Dalam bahasa ibrani disebut Yerushalayim dan al-Quds dalam bahasa Arab, yang merupakan salah satu kota tertua di dunia. Di masa lalu, kota ini pernah ditaklukan, dihancurkan dan dibangun kembali selama beberapa kali dan meninggalkan sebuah bagian berbeda.

Sepekan terakhir ini Yerusalem kembali jadi sorotan menyusul sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem ibu kota Israel.

Pernyataan Trump memantik protes dari penjuru dunia tak terkecuali Indonesia.

Baca: Jokowi Perintahkan Menlu Panggil Dubes AS Gara-gara Sikap Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Ketika wilayah ini menjadi fokus dari berbagai cerita mengenai perbedaan dan konflik antara orang yang berbeda agama, mereka bersatu dalam menghormati tanah suci ini.

Kota ini memiliki arsitektur bersejarah, dan terdapat pembagian 'wilayah' bagi Kristen, Muslim, Yahudi dan Armenia. Dikelilingi oleh tembok batu dan menjadi lokasi situs-situs suci di dunia.

Setiap bagian mewakili populasinya sendiri. Kristen memiliki dua 'wilayah' karena orang Armenia juga Kristen, dan wilayah mereka paling kecil diantara yang lain, yang menjadi Pusat Armenia tertua di dunia.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help