Putra Rodrigo Duterte Mengundurkan Diri Dari Jabatan Wakil Wali Kota, Ini Alasannya

Paolo Duterte mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Wakil Wali Kota Davao.

Putra Rodrigo Duterte Mengundurkan Diri Dari Jabatan Wakil Wali Kota, Ini Alasannya
Via BBC
Paolo Duterte. 

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Paolo Duterte mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Wakil Wali Kota Davao.

Kantor berita AFP Senin (25/12/2017) melansir, utra tertua Presiden Filipina Rodrigo Duterte tersebut telah mengirim surat pengunduran diri kepada sang ayah.

Baca: Gempa 5,1 Skala Richter Guncang Talaud

Politikus muda berusia 42 tahun tersebut pun telah memberi tahu dewan kota Davao mengenai keputusannya itu.

Kejadian yang menimpa dia dan keluarganya baru-baru ini menjadi penyebab utama pria yang akrab disapa Pulong itu mundur sebagai wakil wali kota.

Paolo disorot karena dianggap sebagai pengedar narkoba dengan nilai transaksi fantastis, serta putrinya, Isabelle, yang gaya hidupnya sangat mewah.

Baca: Sekitar 200 tewas, tim SAR masih mencari korban badai di Mindanao, kawasan Muslim Filipina

"Saya akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi," ujar Paolo dalam keterangan resmi.

Pekan lalu, Paolo menjadi tajuk utama media-media di Filipina.

Sebab, Paolo menggunakan akun Facebook wakil wali kota untuk memarahi anaknya yang dikritik habis-habisan setelah mengunggah persiapan pesta ulang tahunnya.

Isabelle memposting foto tengah menjalani sesi pemotretan mengenakan gaun khas putri Disney berlapis kristal Swarovski.

Baca: Korea Utara: Sanksi Baru PBB Adalah Deklarasi Perang

Lokasi pemotretan berada di Istana Malacanang yang notabene adalah kediaman resmi presiden.

Paolo mengatakan bahwa Isabelle telah "mempermalukan" dirinya sendiri dengan mengunggah foto-foto seperti itu.

Baik akun Facebook wakil wali kota Davao dan postingan Isabelle sudah tidak terlihat lagi.

Kemudian awal 2017, pihak oposisi menuduh Paolo memfasilitasi penyelundupan kristal methamphetamine senilai 6,4 miliar peso Filipina, atau Rp 1,7 triliun.

September, Paolo membantah tuduhan tersebut.

Sebab, jika sampai terbukti, seperti dikutip AFP September, Duterte tidak akan segan-segan membunuh anaknya itu.

"Camkan perkataan saya. Jika anak saya menjadi pecandu atau pengedar, bunuh saja agar tidak ada lagi protes," ujar Duterte kala itu.

Sementara itu, jurubicara Duterte, Harry Roque, menuturkan Duterte telah menerima surat pengunduran diri putranya.

"Presiden menolak berkomentar lebih jauh dan memilih pendekatan sebagai ayah kepada anaknya," kata Roque.

Sedangkan Wali Kota Davao sekaligus adik Paolo, Sara Duterte, menyatakan belum menerima salinan keputusan apakah surat pengunduran kakaknya diterima atau ditolak.

Dinasti Duterte telah memerintah Davao lebih dari 20 tahun.

Sang ayah, sebelum menjadi presiden, adalah wali kota Davao untuk periode 1988 hingga 2013.

Penulis: Ardi Priyatno Utomo

Berita ini sudah dimuat di Kompas.com dengan judul: Putra Rodrigo Duterte Mengundurkan Diri sebagai Wakil Wali Kota Davao

Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help