28 Warga Jepang Ditangkap Polisi karena Bermasalah dalam Penggunaan Ponsel

Sepanjang tahun 2017 sedikitnya 28 orang ditangkap polisi Jepang karena bermasalah di dalam kereta api dalam penggunaan ponsel.

28 Warga Jepang Ditangkap Polisi karena Bermasalah dalam Penggunaan Ponsel
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ilustrasi kecelakaan akibat penggunaan ponsel 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sepanjang tahun 2017 sedikitnya 28 orang ditangkap polisi Jepang karena bermasalah di dalam kereta api dalam penggunaan ponsel.

"Perhatian orang banyak sekali terhadap ponselnya sehingga melupakan sekelilingnya. Akibatnya benturan dengan orang di samping di dalam kereta menjadikannya kesal dan akhirnya bermasalah," ungkap sumber Tribunnews.com seorang anggota kepolisian Jepang, Sabtu (30/12/2017).

Benturan di dalam kereta api itulah membuat keributan, perkelahian, dan berbagai masalah lain, hanya karena ponsel. Akibatnya 28 orang pria ditangkap polisi.

Baca: Menanti Langkah Prabowo Subianto Menuju Pilpres 2019

Oktober lalu, seorang wanita karyawan perusahaan swasta usia 31 tahun ditampar 3 kali sehingga berdarah oleh seorang lelaki usia 30 tahun di dalam kereta.

"Awalnya lelaki itu datang duduk di sebelah kiri saya. Dia asyik bermain game di ponselnya. Tapi tangan kanannya mungkin terasa terganggu bersentuhan dengan saya jadi marah, lalu berdiri menampar wajah saya dan bikin saya kaget," kata wanita itu kepada polisi dalam BAP.

Lelaki itu ditahan polisi dengan tuduhan tindak pidana pencederaan, pemukulan sehingga mengakibatkan korban.

Baca: Bank Danamon Ditargetkan MUFG Jepang Jadi Peringkat Lima Besar di Indonesia

"Hal seperti itu banyak terjadi khususnya wanita yang menjadi korban atas pelecehan atau pemukulan lelaki di Jepang," tambah sumber itu.

"Oleh karena itu diimbau agar berhati-hatilah selalu menggunakan ponsel, bukan hanya di dalam kereta api tetapi juga di jalanan umum agar tak terjadi kecelakaan, tak sadar kalau ada orang di depan kita gara-gara fokus ke ponselnya," kata dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help