Ironis, Dunia Rayakan Tahun Baru, Anak-anak Rohingya Malah Alami Krisis Kesehatan Mental

Dari angka itu, menurut Save the Children, sekitar 380 ribunya adalah anak-anak di bawah umur.

Ironis, Dunia Rayakan Tahun Baru, Anak-anak Rohingya Malah Alami Krisis Kesehatan Mental
nytimes.com
Anak-anak pengungsi Rohingya terancam kesehatan mentalnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Di saat berbagai penjuru dunia merayakan Tahun Baru 2018 dengan beraneka ragam kesenangan, pengungsi Rohingya justru semakin terpuruk dengan keadaan mereka.

Lebih dari 655 ribu orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak militer Myanmar memulai tindakan kekerasan pada akhir Agustus lalu.

Dari angka itu, menurut Save the Children, sekitar 380 ribunya adalah anak-anak di bawah umur.

Pada Malam Tahun Baru, Beberapa Negara Sempat Digegerkan dengan WhatsApp yang Bermasalah, di Indonesia Justru Lancar

Sedikitnya 30 persen populasi pengungsi berusia di bawah 5 tahun yang berjuang untuk bantuan, menggunakan air limbah dan membawa kendi berisi air atau seikat kayu bakar di kepala mereka.

Beberapa mengenakan kombinasi pakaian donasi yang tidak sesuai seperti jaket tuksedo kecil yang dipasangkan dengan celana basket pendek.

Lebih dari itu, soundtrack kamp pengungsian Rohingya adalah batuk yang nyaring.

Prospek para pengungsi muda ini, kata ahli pengembangan anak, sangat suram.

Lalou Rostrup Holdt, penasihat kesehatan mental untuk Save the Children berkata kondisi tempat pengungsian itu akan menjadi pertumbuhan krisis kesehatan mental yang besar bagi anak-anak.

Inilah 3 Hal yang Dapat Anda Lakukan pada Akun Facebook Jika Anda Mati

Halaman
123
Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help