Izin Praktik Pengacara Mantan Wali Kota Osaka Jepang Terancam Dicabut

Mantan Wali Kota Osaka Toru Hashimoto sedang dipertimbangkan oleh Asosiasi Pengacara Jepang khususnya Osaka, untuk dicabut izin praktik pengacara.

Izin Praktik Pengacara Mantan Wali Kota Osaka Jepang Terancam Dicabut
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Mantan Wali Kota Osaka, Toru Hashimoto (48). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan Wali Kota Osaka Toru Hashimoto sedang dipertimbangkan oleh Asosiasi Pengacara Jepang khususnya Osaka, untuk dicabut izin praktiknya sebagai pengacara sebagai tindakan disiplin.

"Enam tahun lalu survei dilakukan kepada para petugas Pemda Osaka karena Hashimoto diduga melakukan praktik tenaga kerja yang tidak adil dan telah diminta agar mengikuti hasil survei tersebut. Tetapi Hashimoto tidak mempedulikannya dan ratusan pegawai pemda di PHK," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (2/1/2018).

Teguran dari Asosiasi Tenaga Kerja Osaka juga tidak dipedulikan Hashimoto.

Baca: Ketika Deddy Mizwar dan Hidayat Nur Wahid Adu Argumen di Sosial Media

Setelah membuat survei kepada sekitar 30.000 karyawan Pemda Osaka, akhirnya melaporkan kasus itu ke Asosiasi Pengacara Jepang.

Mempertimbangkan banyak keluhan tersebut akhirnya Asosiasi Pengacara Jepang memutuskan untuk melakukan tindakan disiplin kepada Hashimoto dengan kemungkinan mencabut izin praktek pengacaranya.

Menghadapi hal tersebut Hashimoto belum mau berkomentar.

"Saat ini saya belum bisa memberikan komentar apa pun mengenai hal tersebut," kata dia.

Hashimoto terkenal dengan ketegasannya saat menjadi Wali Kota Osaka.

Salah satunya adalah melarang pegawai pemda punya tato.

Baca: Mengintip Lapas Nusakambangan Kini, Cicak Lewat Pun Dapat Terdeteksi Petugas

Apabila tato tidak mau dihilangkan maka pegawai pemda tersebut di-PHK sehingga menimbulkan keresahan bagi mereka yang memiliki tato saat itu.

Tato di Jepang dikenal identik dengan orang yang tidak baik khususnya anggota mafia Jepang (yakuza) yang umumnya bertato.

Hal itulah pula yang membuat tidak sedikit tempat pemandian umum di Jepang melarang orang bertato masuk ke sana.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved