Wali Kota Nishinomiya Ancam Bunuh Wartawan Yomiuri Jepang

Wali Kota Nishinomiya Perfektur Hyogo Jepang, Takeshi Imamura (45) memberikan komentar yang sangat mengejutkan kalangan pers dan masyarakat Jepang.

Wali Kota Nishinomiya Ancam Bunuh Wartawan Yomiuri Jepang
NHK
Takeshi Imamura (45), Wali Kota Nishinomiya Perfektur Hyogo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Wali Kota Nishinomiya Perfektur Hyogo Jepang, Takeshi Imamura (45) memberikan komentar yang sangat mengejutkan kalangan pers dan masyarakat Jepang.

"Saya bunuh kamu!" begitu ancamannya kepada wartawan Yomiuri kantor Nishinomiya Perfektur Hyogo.

Kejadiannya setelah wali kota memberikan sambutan selamat tahun baru, Kamis (4/1/2018).

Dia ke luar lewat lorong hall tempat pertemuan kantor wali kota lalu dicegat wartawan Yomiuri yang ingin mengonfirmasi kebenaran tidak ikut pemilu Pemda Nishinomiya yang akan dilakukan April mendatang.

Baca: Anak Muda Indonesia Banyak yang Tak Mengenal Ratna Sari Dewi, Perempuan Jepang Istri Soekarno

"Kesal dengan cegatan sang wartawan, wali kota itu langsung menegornya, "Saya bunuh kamu!" yang di dengar pula oleh wartawan Jepang lainnya.

Hal itu dilaporkan sang wartawan kepada bosnya dan pihak Yomiuri meminta waktu untuk wawancara dengan wali kota menjelaskan apa yang dimaksud dengan kata-kata tersebut.

Humas kantor wali kota Nishinomiya menolak permintaan tersebut tanpa penjelasan yang logis.

"Tindakan menolak wawancara dengan perilaku yang sangat tidak masuk akal dan mengintimidasi tidak dapat diabaikan oleh organisasi berita karena menginjak hak kebebasan pers. Kami minta wali kota Imamura meminta maaf mengenal hal ini," ungkap Yomiuri, Jumat (5/1/2018).

Baca: Megawati: Herman HN Kecil-kecil Cabe Rawit

Wali kota Imamura yang memulai karir politik menjadi anggota parlemen sejak tahun 2014 sempat ditegur dan dikritik keras anggota parlemen lain bulan Desember 2016 karena menceritakan di depan umum dirinya saat duduk di bangku sekolah SMA mengisap rokok, dan menjadi perokok berat.

Pada sambutannya Imamura mengatakan, "Pada bulan April tahun ini saya menyatakan niat untuk tidak mencalonkan diri pada pemilihan wali kota yang akan datang."

Pemilu akan diadakan April 2018 dan bali kota baru terpilih akan memulai tugasnya bulan Mei 2018.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help