Origami Dijual Lewat Mesin Otomatis di Jepang, Kini Jadi Viral di Kalangan Turis

Ciri Jepang muncul di mesin jual otomatis (jidohambaiki) yang ada di lokasi pariwisata terkenal Jepang Nikko di Perfektur Tochigi.

Origami Dijual Lewat Mesin Otomatis di Jepang, Kini Jadi Viral di Kalangan Turis
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Mesin otomatis (jidohambaiki) yang menjual origami buatan para difabel, satu set 5 origami seharga 200 yen. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ciri Jepang muncul di mesin jual otomatis (jidohambaiki) yang ada di lokasi pariwisata terkenal Jepang Nikko di Perfektur Tochigi.

"Bagus sekali origami ini, murah lagi, lima lembar hanya 200 yen," ungkap J Baker, seorang turis Amerika kepada Tribunnews.com, Minggu (7/1/2018).

Origami atau seni lipat kertas jadi bentuk beraneka ragam, memang salah satu budaya tradisional Jepang.

Di sekolah anak-anak diajarkan dan umumnya semua orang Jepang bisa membuat origami.

Baca: Anas Mendadak Muncul di Pasar, Pedagang: Bapak di Banyuwangi Saja Bareng Kami ya

Kali ini sebuah perusahaan bermarkas di Utsunomiya mengalihkan fungsi mesin otomatis itu yang tadinya menjual rokok kini untuk menjual origami sejak Oktober tahun lalu.

Dan ternyata berhasil menjadi viral saat ini di internet.

"Dari para pembeli origami di sana saya sempat tanya-tanya ternyata mereka para turis asing pakai origami untuk hiasan di pohon natal dan sebagainya. Tampaknya mereka suka sekali origami Jepang," papar CEO Axis, Satoshi Waki yang menyediakan jidohambaiki tersebut di Nikko.

Beberapa bentuk origami yang dijualnya dengan bentuk Crane, Kabuto (serangga pohon), Daruma, Sakura dan sebagainya.

Baca: Khofifah Gandeng Suami Arumi Bachsin, Emil Dardak dan Tim Pemenangan ke Banyuwangi

Sebuah fasilitas bagi orang difabel diberdayakan untuk membuat berbagai origami dan dijual di jidohambaiki.

Dengan keberhasilan tersebut diperkirakan jidohambaiki serupa akan dipasang pula di beberapa tempat wisatawan Jepang sehingga semakin banyak turis asing menggemari origami, budaya seni tradisional Jepang yang cantik.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help