Kekayaan Alam Hutan Sumatera Jadi Sorotan Televisi Jepang

Apabila orang dewasa kekuatan ototnya 50 kilogram maka orang utan kekuatan ototnya bisa mencapai 300 kilogram.

Kekayaan Alam Hutan Sumatera Jadi Sorotan Televisi Jepang
Richard Susilo
Slo Loris hutan sumatera banyak disukai warga Jepang karena lucu 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Berbagai binatang Indonesia yang ada di hutan Sumatera jadi sorotan televisi Jepang yang disiarkan TV TBS kemarin malam (7/1/2018).

"Satu orang utan diberikan durian yang kulitnya keras dengan mudah bisa dibukanya karena kekuatan otot tangannya puluhan kali daripada manusia," ungkap seorang penjaga hutan kepada wartawan TV Jepang.

Apabila orang dewasa kekuatan ototnya 50 kilogram maka orang utan kekuatan ototnya bisa mencapai 300 kilogram.

Demikian mulut dan giginya sangat kuat sehingga durian tampak dikupas terbelah dengan menggunakan mulutnya dan setelah terkupas dibuka dengan mudah tampak di syutin TV Jepang itu, kelihatan mudah pakai tangannya dan bagian dalamnya mulai dinikmatinya.

Acara Shin Dobutsu Kiso Tengai (Hewan-hewan Baru) tersebut juga dijadikan sebuah kuis dalam TV TBS tersebut.

Selain Orang Utan ada pula Slow Loris yang bergerak sangat lambat tetapi dengan sangat cepat menangkap serangga yang berada di dekatnya ikut di syuting TV tersebut sehingga membuat penonton TV Jepang cukup terkejut dengan cara penangkapan serangka yang dilakukan slow loris.

"Binatang itu ada racunnya teruitama di bagian tangan sikunya. Jadi mesti hati-hati kita," ungkap seorang ahli binatang Slow Loris Jepang mengomentarinya.

Demikian pula serangga daun (Phylliidae) itu tampak di program hewan baru tersebut yang mirip sekali tubuhnya dengan daun-daunan di hutan Sumatera.

Kemudian Hiratakuwagata (Dorcus titanus) ikut pula tampil di acara tersebut termasuk Allotopus rosenbergi yang berwarna emas mengkilat membuat penonton Jepang terpesona akan kekayaan alam hutan Sumatera.

Selanjutnya katak terbang yang menarik disyuting wartawan Jepang bisa terbang dengan ketinggian 10 meter dan akhirnya juga tokek terbang atau Draco yang bisa terbang sampai ketinggian 30 meter

Acara selama 30 menit itu ternyata mempunya daya tarik sangat besar penonton Jepang mengenai hutan Indonesia yang penuh dengan pesona tumbuhan serta hewan dan serangga menarik, termasuk orang utan yang sangat terkenal di Jepang hingga saat ini.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help