Ikebana Jepang Menjadi Viral Kembali Setelah Dipromosikan Instagram Ini

Kalau bicara Ikebana atau jalan kehidupan, lebih banyak kepada pendekatan aspek seni yang indah

Ikebana Jepang Menjadi Viral Kembali Setelah Dipromosikan Instagram Ini
Richard Susilo
Ikebana Jepang yang sangat manis dilihat dan diresapi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Beberapa pimpinan perusahaan Jepang mulai aktif kembali mempromosikan budaya Jepang khususnya Ikebana terutama kepada para turis menjelang Olimpiade 2020.

“Karya Ikebana merupakan ciptaan dari jiwa orang Jepang, biasanya rangkaian bunga itu untuk dipersembahkan pada altar sembahyang sehingga memberikan kesejukan serta kedamaian bagi yang melihatnya,” papar Rikako Sugamo yang aktif mempromosikan budaya Jepang kepada masyarakat Indonesia selama ini, khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (10/1/2018).

Kali ini tema promosinya memang berbagai bunga rangkaian Ikebana yang dipostingnya di Instagram ini (https://www.instagram.com/bahasajepang/) sehingga cukup viral saat ini.

Karya seni merangkai bunga (Ikebana) yang muncul sekitar tahun 1300-an jaman Muromachi, memanfaatkan berbagai jenis bunga, rumput-rumputan dan tanaman dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya.

“Kalau bicara Ikebana atau jalan kehidupan, lebih banyak kepada pendekatan aspek seni yang indah guna mencapai kesempurnaan merangkai bunga, juga dalam kehidupan sehari-hari untuk kesempurnaan, peningkatan kualitas hidup dengan lebih baik. Itu tercermin pula pada Ikebana,” tambahnya.

Di dalam Ikebana terdapat berbagai macam aliran atau sekolah atau gaya yang masing-masing mempunyai cara tersendiri dalam merangkai berbagai jenis bunga.

Aliran tertentu mengharuskan orang melihat rangkaian bunga tepat dari bagian depan, atau dari sisi lainnya.

Sedangkan aliran lain mengharuskan orang melihat rangkaian bunga yang berbentuk tiga dimensi sebagai benda dua dimensi saja.

“Kali ini saya menampilkan lima sekolah terkenal Ikebana dalam postingan saya tersbeut yaitu
Dari sekolah Ikebono, Ohara-ryu, Ko-ryu, Sogetsu, dan Ichiyo.”

Halaman
1234
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help