Sekitar 48% Warga Tokyo Jepang Terkena Alergi Kafunsho

Anak usia 15-29 tahun tingkat alerginya mencapai 61,6%, yang ber usia 30-44 tahun sekitar 57%

Sekitar 48% Warga Tokyo Jepang Terkena Alergi Kafunsho
Richard Susilo
Kantor gubernuran Tokyo di Shinjuku. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sekitar 48% warga yang tinggal di Tokyo Jepang terkena alergi Kafunsho atau pollinosis, sebuah rhinitis musiman yang dihasilkan dari reaksi alergi terhadap serbuk sari, demam, rhinitis alergi - rhinitis yang disebabkan oleh reaksi alergi.

"Kita telah mengadakan survei November - Desember tahun lalu dan hasilnya ternyata alergi kafunsho ini meningkat dibandingkan 10 tahun lalu," papar seorang pejabat Pemda sumber Tribunnews.com Rabu ini (10/1/2018).

Anak usia 15-29 tahun tingkat alerginya mencapai 61,6%, yang ber usia 30-44 tahun sekitar 57% dan yang berusia 45-59 tahun sekitar 47,9%.

Survei dilakukan di daerah Ota-ku, kota Akiruno, kota Chofu, terhadap 2116 responden dan 410 responden dianggap menjawab dengan baik dan menjawab pertanyaan dokter serta ikut dalam uji coba tes darah.

Khususnya untuk demam panas semakin meningkat bagi kalangan usia muda.

Institut Metropolitan Tokyo Kesehatan Umum melakukan survei tersebut.

"Alergi makanan bagi manusia muda tampaknya meningkat saat ini, demikian pula kafunsho," tambahnya.

Olehkarena itu pemda akan berusaha mengantisipasi khususnya daerah hutan agar sesedikit mungkin serbuk sari yang beterbangan ke kota Tokyo nantinya dengan pemotongan atau penanaman kembali pohon muda di sekitarnya.

Maret saat musim semi diperkirakan akan kembali muncul bunga sakura dan serbuk sarinya akan kembali bertebaran sehingga saat itu skeitar Maret-April penderita Kafunsho akan semakin banyak lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help