Penanggulangan Pemanasan Dunia, Jepang Ketinggalan Dibandingkan Negara Lain

Pemerintah Jepang dianggap ketinggalan dalam penanggulangan pemanasan dunia dibandingkan negara lain di luar Jepang.

Penanggulangan Pemanasan Dunia, Jepang Ketinggalan Dibandingkan Negara Lain
NHK
Rapat Menteri Lingkungan Hidup Jepang dengan para pengusaha Jepang, Kamis (11/1/2018). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang dianggap ketinggalan dalam penanggulangan pemanasan dunia dibandingkan negara lain di luar Jepang.

"Penanggulangan Jepang terhadap pemanasan global saya kira ketinggalan dibandingkan negara lain. Jadi kami khawatir akan memburuknya daya saing internasional dalam melakukan bisnis. Karena ada pembicaraan positif dari menteri, makanya saya ingin mengharapkan adanya gerakan lebih aktif lagi untuk masa depan," ungkap Direktur Shigeo Kato dari produsen alat presisi utama Ricoh.

Para pengusaha Jepang (ada tujuh) yang melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Masaharu Nakagawa (70), mendesak pemerintah untuk mempromosikan kebijakannya lebih aktif lagi.

Baca: Pelajar SMP Bunuh Diri, Jasadnya Ditemukan 15 Km dari Lokasi Dia Terjun

Para perusahaan ini bekerja secara aktif dalam penanggulangan pemanasan global, bertemu dengan Menteri Lingkungan Nakagawa di Kementerian Lingkungan Hidup di kantornya di Kasumigaseki Tokyo, Kamis (11/1/2018).

Bisnis energi terbarukan seperti sinar matahari dan tenaga angin menjadi perhatian utama menteri.

"Saya ingin bertukar pendapat tentang apa yang harus dilakukan untuk memimpin dunia dalam tindakan pemanasan global di masa depan," ungkap menteri kepada para pengusaha Jepang.

Di antaranya, ada pengusaha yang ingin agar pemerintah segera mempromosikan kebijakan untuk mempercepat adopsi penggunakan energi terbarukan di Jepang.

Baca: Gagal Bikin Poros Baru di Jatim, Gerindra Akhirnya Dukung Gus Ipul

Karena banyak perusahaan global seperti Apple dan Nike telah mempromosikan pengenalan energi terbarukan, meski belum populer di Jepang.

Di sisi lain, Menteri Nakagawa mengatakan bahwa dia ingin melanjutkan lebih jauh gagasan untuk melanjutkan hal yang dibahas bersamanya itu secara positif di masa mendatang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help