PM Jepang Minta Perketat Penjagaan Laut Selatan, Dubes China Dipanggil Protes Kapal Selam

Saya minta perketat penjagaan laut di selatan Jepang dan koordinasi dengan semua instansi lebih baik lagi

PM Jepang Minta Perketat Penjagaan Laut Selatan, Dubes China Dipanggil Protes Kapal Selam
Richard Susilo
Markas Besar Kementerian Pertahanan Jepang di Ichigaya Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - PM Jepang Shinzo Abe meminta semua pihak memperketat penjagaan laut daerah selatan Jepang terutama dekat Kepulauan Senkaku dan perbatasan China. Sementara Dubes China dipanggil ke kemlu Jepang Kamis ini (11/1/2018).

"Saya minta perketat penjagaan laut di selatan Jepang dan koordinasi dengan semua instansi lebih baik lagi," pinta PM Abe.

Sementara wakil menlu Jepang Sugiyama memanggil Dubes China ke kemlu Jepang untuk memprotes tindakan kapal selam China yang memasuki wilayah Jepang di daerah kepulauan Senkaku kemarin serta kapal frigat siang ini (11/1/2018) sekitar jam 11:00.

Kapal selam nuklir China pertama kali memasuki wilayah Jepang secara ilegal bulan November 2004, sampai dengan kini sedikitnya 5 kali memasuki daerah Jepang secara ilegal dan terakhir kemarin sore (10/1/2018).

Pada bulan Mei 2013 sebanyak 3 kali masuk ke luar daerah Jepang, lalu Maret 2014 sekali, dan Februari 2016 sebanyak sekali.

Pihak China sendiri menganggap wajar karena hanya mengakui kepulauan Senkaku adalah wilayahnya. Namun Jepang jelas-jelas secara resmi dengan bukti-bukti resmi dokumen lengkap bisa membuktikan kepulauan Senkaku 100% milik pemerintah Jepang.

Bahkan Jepang mengajak China menyelesaikan di Mahkamah Internasional dan China menolaknya karena mengetahui Jepang memiliki semua dokumen asli dan resmi bukti bahwa kepulauan Senkaku adalah memang milik pemerintah Jepang.

China pun tidak mempedulikan sampai kini keputusan kalah di Mahkamah Internasional saat Filipina mengajukannya terkait kasus Laut China Selatan.

"Susah memang kalaui bicara dengan negara yang sama sekali tak mau mempedulikan hukum internasional," ungkap sumber Tribunnews.com di kementerian pertahanan Jepang.

Menteri pertahanan Jepang Itsunori Onodera juga berjanji akan membangun sistim pertahanan yang komperehensif sehingga mampu mengantisipasi peluru kendali jarak jauh.

Demikian pula memnggunakan Aegis Ashore, sistim pertahanan versi darat canggih anti peluru kendali.

Jepang juga bersiap mengantisipasi serangan China di selatan dengan kapal laut canggih Aegisnya yang diperlengkapi anti peluru kendali serta sistim pendeteksi sensitif peluru kendali yang meluncur dari mana pun.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help