Ujian Masuk Universitas Jepang di Sejumlah Lokasi Ditunda akibat Hujan Salju

Sebanyak 580.000 calon mahasiswa baru akan mengikuti ujian masuk tersebut di berbagai tempat di Jepang.

Ujian Masuk Universitas Jepang di Sejumlah Lokasi Ditunda akibat Hujan Salju
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pemasangan papan pengumuman ujian masuk universitas di Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sabtu (13/1/2018) hari ini di Jepang dilakukan secara serentak ujian masuk universitas.

Sebanyak 580.000 calon mahasiswa baru akan mengikuti ujian masuk tersebut di berbagai tempat di Jepang.

"Untuk yang bertempat hujan salju lebat sehingga transportasi terganggu, pihak panitia ujian akan menunda ujian di tempat tersebut," kata Onodera, seorang petugas panitia ujian, Sabtu (13/1/2018).

Hujan salju lebat sampai menutupi jalan raya dan rel kereta api sempat membuat kereta api terhenti 15 jam lebih kemarin di Perfektur Niigata.

Baca: Ade Komarudin Sempat Meneteskan Air Mata Pasca Operasi Syaraf

Akibatnya sekitar 400 orang terpaksa jadi korban, 200-an orang sempat ke luar dan dibantu pihak Japan Railways dan sekitar 200 orang memutuskan tetap di dalam kereta api sampai berjalan kembali sekitar jam 11 waktu Jepang.

"Sebanyak 580.000 peserta ujian tersebut mendatangi lokasi ujian sebanyak 695 tempat di Jepang dan ujian geografi serta ujian lain dimulai jam 09.30 pagi ini," tambahnya.

Penundaan ujian dilakukan satu jam di Perfektur Niigata.

Baca: Setiap Tahun Dua Calon Hakim Alami Gangguan Jiwa

Sementara Tokyo sendiri saat ini dengan suhu udara antara minus 2 derajat Celcius sampai dengan 7 derajat Celcius di siang hari.

"Bagi yang terlambat diminta oleh panitia ujian untuk menelepon memberitahu keterlambatannya. Apabila sampai di tempat ujian terlambat maka bisa ikut bagian yang terlambat. Tetapi apabila lama sekali keterlambatannya, maka ujian akan ditunda minggu depan di tempat yang sama," jelasnya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help