Tokyo Jepang Semakin Rawan Naik Kereta Api Hati-hati Pencopet

Sejak September tahun lalu Polisi Metropolitan Tokyo sudah mulai menyelidiki banyaknya kasus pencopetan

Tokyo Jepang Semakin Rawan Naik Kereta Api Hati-hati Pencopet
Richard Susilo
Kereta api Yamanote Line yang selalu memutari kota Tokyo tak henti-henti dari sekitar jam 4 pagi hingga smapai sekitar jam 1 pagi hari berikutnya 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kereta api di Tokyo Jepang mulai tidak aman rawan pencopetan seiring dengan meningkatnya jumlah turis sangat banyak akhir-akhir ini dan sejak September 2017 tercatat sedikitnya 60 kasus pencopetan di dalam kereta api khususnya Yamanote Line yang selalu memutari kota Tokyo.

"Sejak September tahun lalu Polisi  Metropolitan Tokyo sudah mulai menyelidiki banyaknya kasus pencopetan, sedikitnya ada 60 kasus pencopetan dengan target orang yang tertidur di dalam kereta," papar sumber Tribunnews.com Senin ini (15/1/2018).

Kemarin (14/1/2018)  sekitar jam 7 pagi  polisi berhasil menangkap  Kazuyuki Ozawa (41), yang alamat dan pekerjaannya tidak diketahui, "Saya mau buka mulut setelah dipanggilkan pengacara saya," paparnya tegas kepada polisi saat ditangkap.

Ozawa diduga mencopet seorang lelaki usia 25 tahun pekerja sebuah perusahaan saat dia tertidur di dalam kereta api.

Tersangka menggunting bagian saku korban lalu mengambil dompetnya.

Akhirnya ada saksi mata melaporkan kepada polisi dan Ozawa ditangkap di stasiun Shinjuku Tokyo.

Kasus pencopetan yang dihadapi kereta api  Yamanote line,  sejak September tahun lalu snagat banyak sekitar 60 kasus dan polisi dari pagi hingga malam dengan pakaian preman kini mulai mengintai para pencopet tersebut.

"Diharapkan bagi yang bepergian jangan sampai tertidur di dalam kereta dan jangan menggunakan benda berharga yang menantang pencopet untuk mendatanginya. Berjaga-jaga dan berhati-hatilah selalu dengan barang di depan kita," harap sumber itu lagi kepada Tribunnews.com.

Kelompok pencopet di Jepang ada tiga kelompok besar baik yang orang Jepang sendiri, kelompok China dan kelompok orang asing lain seperti orang Vietnam, Iran (timur tengah) serta kalangan kulit hitam baik dari Amerika maupun Amerika Latin.

 Tidak tercatat di data kepolisian jepang, WNI sebagai pencopet, tetapi sempat tercatat beberapa tahun lalu seorang WNI sebagai perampok rumah orang Jepang dan telah dipenjara.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help