Pemda Kumamoto Jepang akan Kenakan Biaya Royalty bagi Perusahaan Pengguna Gambar Karakter Kumamon

Pemda Kumamoto Jepang mulai Senin (15/1/2018) kemarin memutuskan untuk pengenaan royalty fee bagi perusahaan yang menggunakan gambar karakter Kumamon.

Pemda Kumamoto Jepang akan Kenakan Biaya Royalty bagi Perusahaan Pengguna Gambar Karakter Kumamon
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pemda Kumamoto sedang menjelaskan kepada 48 perusahaan Jepang kerjasamanya menerima keputusan penerapan pembayaran royalty bagi yang menggunakan gambar karakter Kumamon, Senin (15/1/2018). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemda Kumamoto Jepang mulai Senin (15/1/2018) kemarin memutuskan untuk pengenaan royalty fee bagi perusahaan yang menggunakan gambar karakter Kumamon, karakter khusus Perfektur Kumamoto.

"Selama ini memang gratis tak dikenakan bayaran. Demikian pula untuk dalam negeri Jepang masih gratis. Tapi kalau barang untuk diekspor nantinya akan dimintai semacam royalti fee," ungkap pejabat tinggi Pemda Kumamoto kepada Tribunnews.com.

Nantinya biaya akan dikenakan atas harga barang di pasar dikalikan misalnya 5 persen sebagai fee-nya.

Baca: Pengunjung Tertawa saat Saksi Sidang Novanto Ditegur Majelis Hakim karena Selfie

"Berapa biayanya belum diputuskan dan masih dalam diskusi lebih lanjut. Tapi kita sudah mendaftar perusahaan pengekspor dan sampai Maret nanti masih bebas," tambahnya.

Pihak Pemda juga masih mendiskusikan rincian lebih lanjut perincian tersebut dan diharapkan Oktober mendatang sudah bisa diperoleh info lengkap dan mulai menerapkan fee kepada pengguna gambar Kumamon.

"Begitu populer Kumamon sampai ke luar negeri sehingga banyak yang memalsukan logo Kumamon," kata dia.

Baca: Bupati Talaud Sri Wahyumi Melawan, Tetap Masuk Kantor Meski Sudah Dinonaktifkan

Beberapa negara yang sudah banyak masyarakatnya mengetahui mengenai Kumamon seperti China, Taiwan, Hongkong.

"Bahkan di Indonesia juga pernah diperkenalkan Kumamon di Jakarta kolaborasi dengan sebuah grup di Jakarta," kata pejabat Jepang tersebut yang telah 3 kali mengunjungi Indonesia.

Di Indonesia sudah ada yang menjadi wakil untuk registrasi royalty tersebut, anak usaha perusahaan periklanan Jepang.

Baca: Pelajar Ikut Pesta Seks Kaum Homo di Kawasan Cianjur: Saya Dipaksa, Saya Masih Normal

Dengan demikian mulai kini bagi yang ingin menggunakan gambar Kumamon untuk keperluan apapun di luar Jepang harus mendaftar dan membayar royalty fee tertentu.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help