Warga Prihatin Penemuan Kapal Kayu Korea Utara dan Banyaknya Mayat di Perairan Jepang

Masyarakat Jepang semakin memprihatikan banyaknya kapal kayu Korea Utara (Korut) berdatangan ke bagian laut Jepang mulai daerah Hokuriku Tohoku.

Warga Prihatin Penemuan Kapal Kayu Korea Utara dan Banyaknya Mayat di Perairan Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Foto kapal kayu Korea Utara yang terdampar di pesisir Kanazawa tanggal 10 Januari 2018. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Masyarakat Jepang semakin memprihatikan banyaknya kapal kayu Korea Utara (Korut) berdatangan ke bagian laut Jepang mulai daerah Hokuriku Tohoku sampai ke Hokkaido dan penemuan banyak mayat.

"Pada tanggal 10 bulan ini, polisi dan Dinas Keamanan Maritim menyelidiki di dalam sebuah kapal kayu yang terdampar di pantai Kota Kanazawa," ungkap sumber kepolisian Jepang kepada Tribunnews.com, Selasa (16/1/2018).

Saat itu cuaca masih sangat buruk sehingga kapal kayu yang terdampar dipinggirkan agar tak terbawa arus balik ke laut.

Setelah cuaca baik Senin (15/1/2018) penyelidikan polisi menemukan 7 mayat yang diduga kuat para nelayan Korut yang terdampar bersama kapal kayunya ke Jepang.

Baca: Pengunjung Tertawa saat Saksi Sidang Novanto Ditegur Majelis Hakim karena Selfie

Tujuh mayat tersebut ditemukan di pesisir Kanasara-cho, Kota Kanazawa, di dalam kapal kayu ditemukan hanyut karena ombak besar diperkirakan menghantam kapal kayu sederhana itu di tengah cuaca dingin sekitar nol derajat di Jepang.

Semua mayat lelaki yang ditemukan itu diduga kuat nelayan Korut yang berusaha mencari mata pencaharian di laut untuk dijual kembali ke negaranya tetapi terpukul ombak kuat, terdampar, hanyut dan meninggal di Jepang.

Polisi dan otoritas lainnya masih memeriksa identitas tubuh dan menyelidiki penyebab kematian dan juga menyelidiki hubungan dengan mayat yang ditemukan di pantai.

Baca: Pelajar Ikut Pesta Seks Kaum Homo di Kawasan Cianjur: Saya Dipaksa, Saya Masih Normal

Selama satu tahun ini sedikitnya kasus serupa sebanyak 104 kasus, merupakan jumlah tertinggi yang pernah ada per tahunnya, dalam catatan sejarah selama ini.

Kesulitan makanan di Korut diperkirakan membuat banyak nelayan mengail ke laut Jepang yang kaya akan ikan dan makanan laut, namun akhirnya banyak yang kecelakaan karena ombak yang besar di tengah laut.

Selain itu diperkirakan pula adanya tentara Korut atau mata-mata Korut yang menyamar sebagai nelayan untuk bisa memasuki wilayah Jepang secara ilegal dengan pura-pura tidak tahu sebagai nelayan.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help