Iklan 'Tentara Inggris Jaga Rekannya yang Sedang Salat' Memunculkan Komentar Beragam

Kata-kata Keeping My Faith dan "This Is Belonging" (Inilah Perasaan Saling Memiliki) muncul di layar di tengah suara tembakan di kejauhan.

Iklan 'Tentara Inggris Jaga Rekannya yang Sedang Salat'  Memunculkan Komentar Beragam
Youtube
Iklan di Youtube memperlihatkan tentara Inggris menjaga rekannya yang sedang menunaikan ibadah sholat. 

TRIBUNNEWS.COM, INGGRIS - Militer Inggris tak mengindahkan kritikan terkait kampanye perekrutan dengan mengeluarkan iklan TV, termasuk yang menunjukkan seorang tentara Muslim salat pada saat bertugas dan dijaga rekan-rekannya.

Iklan berjudul Keeping My Faith (Melakukan Keyakinan Saya) menunjukkan seorang tentara yang tengah berpatroli di daerah pegunungan melepaskan sepatu, helm, mengambil wudhu dan salat, sementara rekan-rekannya berjaga-jaga.

Kata-kata Keeping My Faith dan "This Is Belonging" (Inilah Perasaan Saling Memiliki) muncul di layar di tengah suara tembakan di kejauhan.

Film ini diyakini sebagai video iklan pertama militer yang menampilkan tentara Muslim salat, dan merupakan bagian dari rangkaian iklan yang dikeluarkan untuk merekrut lebih banyak lagi tentara Inggris dari kekurangan sekitar 4000 personel.

Baca: Reshuffle Kabinet, Jokowi Kini Dikelilingi Para Jenderal, Siapa Saja?

Iklan baru ini muncul dengan penekanan pada toleransi dan inklusif semua golongan dan bukannya iklan yang biasanya menampilkan pahlawan, petualangan dan perangkat keras militer.

Lima iklan animasi yang diunggah di YouTube pekan lalu memicu kritikan dari sejumlah pensiunan tentara yang menyebutkan iklan itu membuat tentara terlihat "lemah".

Iklan lain berisi pertanyaan termasuk "Apakah gay bisa masuk tentara?" dan "Bagaimana bila saya menjadi emosional saat menjadi tentara?"

Wartawan BBC untuk masalah pertahanan, Jonathan Beale, mengatakan iklan ini dimaksudkan untuk menjawab berbagai pertanyaan itu, termasuk dari mereka yang ingin menjalankan ibadah agamanya.

Richard Kemp, seorang pensiunan kolonel mengatakan kepada jaringan berita Forces Network, kampanye itu tidak memperhatikan "kelompok utama orang yang tertarik bergabung (dengan militer)."

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved