Taksi Jepang Sangat Baik Mulai Dipromosikan Dengan Papan 3 Bintang Di Pinggir Jalan

Persaingan taksi sangat ketat saat ini sehingga tarif pun sejak 30 Januari tahun lalu (2017) turun menjadi 430 yen

Taksi Jepang Sangat Baik Mulai Dipromosikan Dengan Papan 3 Bintang Di Pinggir Jalan
Richard Susilo
Papan pemberhentian taksi 3 bintang, hanya taksi sangat baik (excellent) berhenti di sana di daerah Ginza Yurakucho Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -Perubahan suasana bisnis dunia taksi Jepang cukup besar saat ini terutama setelah Uber Taksi masuk Tokyo dan Kyoto hanya di beberapa tempat saja, serta jumlah turis asing puluhan juta orang masuk Jepang saat ini.

"Persaingan taksi sangat ketat saat ini sehingga tarif pun sejak 30 Januari tahun lalu (2017) turun menjadi 430 yen dari semula 730 yen begitu naik taksi di Tokyo saat ini," papar Tanaka seorang sopir taksi Nippon Kotsu kepada Tribunnews.com Rabu ini (17/1/2018).

Bukan hanya itu saja, kini semakin banyak sopir taksi menyediakan makanan   atau permen, kue di antara dua kursi depannya, diperuntukkan bagi penumpang taksi sebagai bagian dari servis, terutama dilakukan taksi pribadi tercatat resmi.

Kini sejak akhir tahun lalu papan pemberhentian taksi pun dibuat bagus di beberapa tempat terutama daerah Yurakucho dan Ginza, menandakan tempat pemberhentian khusus bagi taksi yang sangat baik (excellent).

"Bahkan mulai sekarang  disosialisasikan adanya tiga bintang yang menandakan sebagai taksi excellent di papan pemberhentian taksi tersebut," tambahnya.

Bahkan di papan pemberhentian taksi itu dengan jelas ditulis juga dalam bahasa Inggris supayta orang asing bia membacanya dengan baik.

"Tempat pemberhentian taksi ini dilayani oleh sopir dan operator yang telah memenuhi standar keamanan dan keselamatan dnegan baik. Taksi pribadi yang baik ditandai dengan tiga bintang," tulis papan pemberhentian taksi tersebut mencantumkan pula gambar tiga bintang bagi taksi pribadi.

Dengan adanya tanda dan keterangan tersebut pihak dunia taksi khususnya asosiasi taksi Jepang menginginkan agar para penumpang dan turis mendapatkan taksi yang terbaik, aman dan nyaman dalam perjalanan di Jepang, tambahnya.

Pengkategorian taksi tersebut tampaknya sangat menarik sebagai upaya juga menghindari taksi yang perlu dipertanyakan saat ini seperti taksi ilegal dan liar yang melayani penumpang tanpa lisensi atau ijin dari pihak berwenang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help