Tanggapan Sekjen LDP Mengenai Indonesia Sebagai Perantara Jepang - Korea

Sebagai Sekjen LDP apakah mungkin terpikirkan untuk menggunakan Indonesia sebagai perantara antara Jepang dengan Korea?

Tanggapan Sekjen LDP Mengenai Indonesia Sebagai Perantara Jepang - Korea
Richard Susilo
Sekjen Partai Liberal (LDP) Toshihiro Nikai (78) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Masalah Jepang dengan Korea baik Korea Utara (Korut) maupun Korea Selatan (Korsel) tidaklah kecil.

Dengan Korut, Jepang geram sekali dengan peluncuran rudal dan uji coba nuklirnya, serta tak kalah penting adalah masalah penculikan warga Jepang oleh agen mata-mata Korut dan banyak yang belum kembali ke Jepang.

Sementara pengembalian enam warga Jepang lewat Jakarta tanggal 9 Juli 2004 merupakan satu peran yang cukup tinggi dari  Indonesia menengahi permasalahan Jepang dan Korut.

Sedangkan permasalahan Jepang dengan Korsel saat ini mengenai tidak diakuinya oleh Pemerintah Korsel saat ini, mengenai kesepakatan Jugun Ianfu (perempuan tentara Jepang jaman perang dunia kedua) ditandatangani kedua kepala negara   secara resmi     tahun lalu.

PM Jepang secara tegas menyatakan "Repot ya kalau kesepakatan dua negara yang telah ada kemudian dibatalkan begitu saja, diplomasi akan kacau nantinya," ungkap Shinzo Abe minggu lalu.

 Lalu apakah Indonesia bisa berperan "mendamaikan" kedua negara, baik Jepang dengan Korut atau Jepang dengan Korsel dalam permasalahan tersebut di masa mendatang?

Tribunnews.com menanyakan hal tersebut kepada Sekjen partai liberal (LDP) Toshihiro Nikai Rabu ini (17/1/2018) di kantornya di Nagatacho.

Sebagai Sekjen LDP apakah mungkin terpikirkan untuk menggunakan Indonesia sebagai perantara antara Jepang dengan Korea?

"Apa mungkin Indonesia menjadi penengah antara kedua negara?" Nikai balas bertanya kepada Tribunnews.com

Halaman
123
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help