Berkedok Proyek Batubara, Uang Investasi Pengusaha Jepang Tidak Dikirim ke Indonesia

Bos Soo-Boo Co.Ltd, Shinji Hotta (53), yang baru mendirikan usahanya 6 tahun lalu, ditangkap polisi Jepang Rabu (17/1/2018).

Berkedok Proyek Batubara, Uang Investasi Pengusaha Jepang Tidak Dikirim ke Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
CEO Soo-Boo Co.Ltd. Shinji Hotta (53) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bos Soo-Boo Co.Ltd, Shinji Hotta (53), yang baru mendirikan usahanya 6 tahun lalu, ditangkap polisi Jepang Rabu (17/1/2018).

Shinji Hotta melakukan penipuan dengan kedok investasi proyek batubara di Indonesia dan merugikan ratusan orang Jepang.

Berita penangkapan Hotta kini jadi perbincangan dan beredar luas di Jepang.

"Tiga wanita korbannya dengan kerugian 30 juta yen melapor kepada polisi karena merasa ditipu, janjinya dapat bunga 2 persen tiap bulan sudah setahun tak dapat uang sama sekali," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (19/1/2018).

Korbannya bukan 3 wanita itu saja tetapi ada 360 orang sehingga total kerugian mencapai 3,5 miliar yen yang menurut pengusutan polisi uang tersebut kebanyakan tidak ditransfer ke Indonesia.

Lalu ke mana uang 3,5 miliar yen itu hilang?

Baca: Cerita Idrus Diusir dari Kantor Kementerian yang Dia Pimpin Sekarang Hanya karena Pakai Sandal Jepit

Polisi masih mengusut lebih lanjut kasus ini dan Hotta telah berada di dalam tahanan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut, karena dianggap melakukan penipuan serta dicurigai melanggar undang-undang penanaman modal.

Hotta sendiri kepada polisi mengakui kesalahannya tersebut dan beralasan bahwa harga batubara jatuh sehingga tak bisa bayar bunga yang dijanjikan.

Perusahaannya di Indonesia tidak ditulis PT tetapi ditulis Soo Boo Indonesia Co.Ltd di Wisma 46-Kota BNI, 11th Floor Jalan Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 Indonesia.

Komisaris Akhmad Rinantra P, Presdir Dr Eng Muhammad Hafnan, wakilnya adalah Shoji Hotta, dan stafnya ada tiga orang yaitu Agus Rahmadi, Imam Arifin dan Yuyun K.

"Pengusutan uang yang diterima tersangka masih dilakukan polisi terhadap tersangka, ke mana arusnya. Kalau sampai ada ke organisasi kejahatan, tentu akan lebih berat hukumnya," kata sumber itu.

Kasus penipuan orang Jepang dengan dalih investasi di Indonesia oleh orang Jepang sendiri, tidaklah sedikit sehingga orang Jepang pun tidak sedikit pula yang jadi korban kerugian ratusan ribu yen, bahkan sampai puluhan juta yen.

Tribunnews.com sempat beberapa kali dihubungi warga Jepang yang meminta dan ingin mengkonfirmasi kebenaran ada tidaknya proyek berbagai hal di Indonesia dan setelah diusut ternyata hanya upaya penipuan saja dari orang Jepang kepada orang Jepang berkedok investasi di Indonesia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help