Orang Jepang Biasa Simpan Omamori di Dompetnya

Warga Jepang umumnya tak memiliki agama, yang ada hanyalah aliran kepercayaan yaitu Shinto.

Orang Jepang Biasa Simpan Omamori di Dompetnya
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pendeta kuil Jepang mengungkapkan beda Tuhan kalau beda Omamori (jimat) dari kuil lainnya. Omamori (insert). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Warga Jepang umumnya tak memiliki agama, yang ada hanyalah aliran kepercayaan yaitu Shinto.

Menikah umumnya di gereja, tetapi jika meninggal dunia umumnya upacara Budha dibakar.

Jangan heran jika ke kuil-kuil di Jepang tersedia bermacam Omamori (jimat) yang dijual dengan harga beraneka ragam mulai sekitar 200 yen hingga 2000 yen atau bahkan lebih.

Sebuah acara di TV Tokyo 16 Januari 2018 dengan nama Ariehen Sekai, atau Dunia Tidak Masuk Akal menampilkan dunia Omamori yang satu produsen saja per tahun dapat memproduksi 10 juta Omamori.

Apa isi Omamori itu?

Baca: Cerita Idrus Diusir dari Kantor Kementerian yang Dia Pimpin Sekarang Hanya karena Pakai Sandal Jepit

Walaupun disensor saat penyiaran tersebut, tampak kertas yang dilipat dan kemungkinan diisikan tulisan mantera-mantera, lalu ditutup mati.

Seorang pendeta kuil mengungkapkan, apa beda Omamori di kuilnya dengan Omamori di kuil lain?

"Luarnya bisa sama atau mirip, tetapi di dalamnya adalah berbeda. Yang membedakan adalah Tuhan-nya lain pada Omamori kuil kami ini," kata dia

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help