Twitter Sediakan Info Konsultasi Antisipasi Bunuh Diri di Jepang

Beberapa waktu lalu muncul kasus di mana sembilan mayat ditemukan di apartemen di Kota Zama, Perfektur Kanagawa.

Twitter Sediakan Info Konsultasi Antisipasi Bunuh Diri di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Halaman twitter Jepang otomatis membuka informasi konsultasi bagi yang search kata "bunuh diri". 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Beberapa waktu lalu muncul kasus di mana sembilan mayat ditemukan di apartemen di Kota Zama, Perfektur Kanagawa.

Postingan Twitter adalah titik kontak antara tersangka dan korban, dan perusahaan Twitter Jepang mengumumkan langkah-langkah baru dengan twitter resmi pada tanggal 17 Januari lalu.

"Apabila kini para pengguna twitter Jepang menggunakan mesin Search-nya dengan kata jisatsu (bunuh diri) maka akan muncul informasi agar konsultasi ke twitter @tokyo9090 yang ditangani petugas yayasan Pusat pencegahan Bunuh Diri Tokyo," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (19/1/2018).

Baca: Novanto Bersedia Ungkap Aktor Besar Kasus e-KTP, Pengacara: KPK Mau Minta yang Mana?

Informasi twitter Jepang mengimbau pengguna tersebut bahwa diri mereka tidaklah sendiri.
"Kalau mau konsultasi kami ada bersama anda silakan konsultasi ke sini (Red: menunjukkan alamat twitter tersebut)."

Kasus bunuh diri 9 orang tersebut berawal dari twitter, seseorang mencari teman untuk bunuh diri, lalu bersama-sama pada waktu bersamaan bunuh diri tetapi juga dimanfaatkan untuk kasus pidana lainnya.

Masalah bunuh diri yang masih tinggi di Jepang kini banyak terkait dengan media sosial, mengajak bunuh diri sama-sama serta memanfaatkan hal itu untuk tindak pidana lain.

Baca: Kisah Karyawati Bank Melarikan Diri dari Sopir Taksi Online yang Coba Merampoknya

Itu sebabnya twitter mengantisipasi dengan info baru di halamannya, dan otomatis memunculkan halaman imbauan tersebut bagi yang memasukkan kata kunci "jisatsu" atau bunuh diri pada search engine medsos tersebut.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help