Bos Chinese Dragon Ditangkap, 20 Anak Buahnya Ikut Ditahan Polisi Jepang

Selain meminta uang dan memeras para pelajar China di Jepang juga memperjualbelikan organ tubuh manusia

Bos Chinese Dragon Ditangkap, 20 Anak Buahnya Ikut Ditahan Polisi Jepang
Asahi
Kang Un (27) salah satu pemimpin Chinese Dragon, mafia China di Jepang yang beroperasi di Ikebukuro Tokyo ditangkap polisi Jepang 19 Januari lalu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mafia China di Jepang, Chinese Dragon mulai merajalela akhir-akhir ini. Tiga pimpinannya, termasuk Kang Un (27) dan Cho Shosho (21)   ditangkap 19 Januari lalu. Sedangkan anak buahnya sebanyak 20 anggotanya hari ini semua ditahan kepolisian Jepang.

"Mereka banyak mengancam dan meminta uang para pelajar China yang ada di Ikebukuro dan kasusnya seorang pelajar China berusia 31 tahun dimintai uang 550.000 yen di Toshimaku Ikebukuro bulan Februari tahun lalu," papar sumber Tribunnews.com Selasa ini (23/1/2018).

Selain meminta uang dan memeras para pelajar China di Jepang juga memperjualbelikan organ tubuh manusia dan kejahatan lain, ungkapnya lagi.

Menurut polisi Metropolitan Tokyo, para penjahat mafia China ini juga kadang bekerjasama dengan yakuza Jepang di dunia hitam Jepang dan kadang pula berseberangan, terjadi keributan karena perebutan daerah kekuasaan.

Polisi akan semakin meningkatkan monitoring kepada kalangan mafia China ini termasuk juga kalangan yakuza Jepang terutama menjelang Olimpiade 2020 mendatang.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help