Kecelakaan Kereta Tobu Tojo Jepang Dipastikan akibat Keretakan Besi Kerangka Roda Pembawa Gerbong

Kecelakaan kereta api Tobu Tojo di Itabashi tanggal 18 Mei 2018 dipastikan akibat keretakan kerangka besi roda pembawa gerbong kereta api.

Kecelakaan Kereta Tobu Tojo Jepang Dipastikan akibat Keretakan Besi Kerangka Roda Pembawa Gerbong
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kerangka roda pembawa gerbong yang retak membuat ketidakseimbangan dan mengakibatkan kecelakaan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kecelakaan kereta api Tobu Tojo di Itabashi tanggal 18 Mei 2018 siang waktu Jepang dipastikan akibat keretakan kerangka besi roda pembawa gerbong kereta api. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan dan menggeser kereta ke luar relnya.

"Kecelakaan tersebut di mana gerbong kereta tergelincir ke luar dari jalur Tobu Tojo di Itabashi Tokyo, karena adanya keretakan kerangka besi penopang gerbong di kereta tersebut," demikian laporan lengkap Komisi Keselamatan Transportasi Nasional yang dipublikasikan Rabu (24/1/2018) kemarin.

Menurut laporan yang diperoleh Tribunnews.com, Kamis (25/1/2018), retakan celah yang sampai ke puncak kerangka besi kendaraan kereta, membuat gerbong tergelincir, dan keseimbangan beban yang diaplikasikan pada roda rusak akibat retakan tersebut.

Kemungkinan keretakan semakin besar.

Baca: Plt Sekda Jambi Yakin Zumi Zola Seminggu Lagi Menyusul Jadi Tersangka

"Ada kemungkinan pengelasan pada saat manufaktur tidak cukup baik sehingga keretakan muncul dan sambungan las yang tidak kuat juga mengalami keretakan," ujarnya.

Menurut seorang pejabat Kementerian Transportasi Jepang, pemeriksaan rutin dilakukan dan tahun 2015, setahun sebelum kecelakaan juga telah dilakukan pihak kereta api.

"Ada kemungkinan bagian tersebut tidak masuk dalam pemeriksaan sehingga terlewatkan dan keretakan kecil sekalipun tidak terdeteksi saat pemeriksaan itu," paparnya.

Tobu Railway telah menyusun laporan internal yang serupa mengenai penyelidikan internal Oktober lalu dan memperkuat langkah-langkah keselamatan seperti menambahkan bagian pemeriksaan pada bagian yang retak setelah kecelakaan, menjadikan sasaran inspeksi ke semua kereta apinya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help