Dewi Soekarno: Kasus Penggelapan Tak Ada Apa-apanya Dibandingkan Kudeta Militer yang Saya Alami

Setelah sidang pertama yang berlangsung pada pertengahan Januari tahun ini, Dewi sangat marah dengan akuntan tersebut.

Dewi Soekarno: Kasus Penggelapan Tak Ada Apa-apanya Dibandingkan Kudeta Militer yang Saya Alami
Richard Susilo
Dewi Soekarno (77) atau Ratna Sari Dewi Soekarno alias Naoko Nemoto (istri Presiden Soekarno). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dewi Soekarno (77) atau Ratna Sari Dewi Soekarno alias Naoko Nemoto (istri Presiden Soekarno) membandingkan penipuan yang dialaminya akibat ulah administrator, pengelola keuangannya warga Jepang dengan kudeta yang dirasakan sebagai istri Presiden Soekarno di Indonesia.

Tanggal 27 Oktober 2017 Konsultan finansial Dewi ditangkap polisi setelah Dewi melaporkan kepada polisi penggelapan yang dilakukan mantan akuntannya antara bulan Februari 2011 hingga September 2016.

Akibat penipuan itu istri Presiden Soekarno ini merasa dirugikan 270 juta yen.

Setelah sidang pertama yang berlangsung pada pertengahan Januari tahun ini, Dewi sangat marah dengan akuntan tersebut dan menjulukinya dengan kata nusubito takedakeshī atau pencuri yang berani.

Para wartawan pun bertanya kepada Dewi, "Apakah ibu membenci orang tersebut?" usai sidang pertengahan Januari 2018 lalu.

Baca: Demokrat Meradang Nama SBY Disebut Terlibat Kasus Korupsi e-KTP

Menanggapi pertanyaan tersebut Dewi mengatakan, "Dibandingkan dengan kudeta militer yang dialami saya di Indonesia, itu sih tidak ada apa-apanya," kata Dewi sambil tertawa khas yang terkenal Ohohohoho.

Akuntannya, Shuichiro Tsujimura (60) mengungkapkan kepada polisi bahwa dari 270 juta uang Dewi yang dikelolanya, ada 100 juta yen yang pembukuannya tak ada bukti-buktinya.

Tersangka selama ini dipercaya Dewi sebagai pengelola keuangan Dewi di kantornya ternyata malah menyalahgunakan uang Dewi dan banyak warga Jepang kaget mendengar penangkapan konsultan pajak tersebut.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help