Dua Wanita Asal China Layani Pijat Plus-plus di Perumnas Higashi Kanamachi Tokyo Jepang

Dua wanita warga negara China memberikan pelayanan pijat plus plus di perumnas Jepang ditangkap polisi 19 Januari lalu.

Dua Wanita Asal China Layani Pijat Plus-plus di Perumnas Higashi Kanamachi Tokyo Jepang
JNN
Yu An (30) wanita China yang menawarkan pijat plus plus di perumnas Jepang ditangkap polisi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dua wanita warga negara China memberikan pelayanan pijat plus plus di perumnas Jepang ditangkap polisi 19 Januari lalu.

Namun keduanya membantah melakukan pelayanan seks kepada tamunya.

"Dua tersangka wanita China, Guo Hongping (39), manager dan Yu An (30) wakilnya ditangkap polisi dengan tuduhan pelanggaran UU Anti Prostitusi melakukannya di sebuah perumahan nasional (Perumnas)," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (26/1/2018).

Keduanya menjajakan diri lewat iklan di internet dan media sosial, menawarkan pijat seluruh tubuh yang menyenangkan menurut promosinya tersebut.

Baca: Polisi Kaget Pergoki Dua Pria di Dalam Kamar Kondisinya Setelah Telanjang

Namun dalam kenyataannya melakukan pijat plus plus sejak September 2017.

"Selama satu bulan praktiknya mereka memperoleh uang masuk sedikitnya 200.000 yen dari pelayanan pijat plus-plus tersebut," tambah sumber itu.

Polisi yang telah mencurigai dan mengintainya sejak September tahun lalu berusaha mencari bukti kuat dengan mengawasi setiap hari selama beberapa waktu.

Baca: Saya Tungguin Istri, Kalau Capek Saya Tidur di Hotel Tempat Istri Tidur dengan Pria Lain

Tanggal 19 Januari 2017 keduanya ditangkap polisi dengan semua rekaman video dan suara sebagai bukti kuat.

Kejadiannya di sebuah perumnas yang ada di Higashi Kanamachi daerah Katsushika-ku Tokyo yang dikelola oleh Urban Renaissance Administrative Corporation (UR) milik pemerintah Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help