Sejuta Pengguna Mata Uang Virtual Jepang Panik Setelah Diretas 58 Miliar Yen

Di Jepang ada sedikitnya sejuta pengguna bitcoin atau mata uang maya atau virtual currency (VC) atau cryptocurrency.

Sejuta Pengguna Mata Uang Virtual Jepang Panik Setelah Diretas 58 Miliar Yen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
CEO Coincheck, Koichiro Wada (27) lemas saat jumpa pers Jumat (26/1/2018) karena akunnya diretas, uang hilang 59 miliar yen. Yusuke Otsuka, Direktur Coincheck berkacamata (kanan) menjelaskan kasusnya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Di Jepang ada sedikitnya sejuta pengguna bitcoin atau mata uang maya atau virtual currency (VC) atau cryptocurrency.

Saat ini sedang ramai diskusi di media sosial dan pemberitaan di Jepang karena kehilangan 58 miliar yen gara-gara diretas akunnya oleh hacker yang masih belum terdeteksi hingga Senin (29/1/2018).

"Bagaimana nih hidup saya bingung banyak koin saya hilang begitu saja," kata Komugi Yamasaku seorang pemegang koin pemilik akun Coincheck yang Jumat (26/1/2018) melakukan jumpa pers karena akunnya diretas.

Peretasan baru ketahuan Jumat jam 3 pagi waktu Jepang, Coincheck Inc. perusahaan Jepang yang menjalankan akun NEM--salah satu koin VC yang promosinya sangat aman itu--ternyata diretas akun mereka, langsung hilang 58 miliar yen.

Baca: Dokter Sonia Bantu Rita Pilih Barang Fashion Zaman Now, Sang Bupati pun Sempat Jual Tas Bekas

Koin NEM (bukan BitCoin) memiliki 6 persen pasar perdagangan VC atau peringkat ke-4 terbesar setelah Bitcoin (peringkat pertama terbesar) untuk perdagangan VC.

Gara-gara kasus ini nilai mata uang CV NEM langsung turun 20 persen karena ketakutan banyak orang (takut diretas), maka banyak yang menjualnya.

Pemegang koin NEM yang kena retas di Coincheck ada sekitar 260.000 akun warga Jepang yang sampai kini masih sangat prihatin ke mana uangnya tersebut dan apakah bisa kembali.

Baca: Pembunuh Dera Dewanti Ternyata Masih Tetangga Beda Blok, Polisi Meringkusnya di Riau

CEO Coincheck„ÄĀKoichiro Wada (27) dan Direktur Yusuke Otsuka, mengatakan akan mengecek semua transaksi tersebut dan melakukan berbagai antisipasi keamanan di internet.

"Kami sengaja menutup transaksi sementara setelah terjadi peretasan tersebut," kata kedua pemimpin Coincheck Inc, Jumat lalu.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help