1 Februari 2003, Pesawat Ulang Alik Columbia Meledak Tewaskan Tujuh Astronot

Pada pukul 09.00, Columbia akhirnya meledak sebelah tenggara Texas, tak jauh dari kota Dallas.

1 Februari 2003, Pesawat Ulang Alik Columbia Meledak Tewaskan Tujuh Astronot
NASA/Wikipedia
Inilah ketujuh awak pesawat ulang alik Columbia yang tewas pada 1 Fabruari 2002. Dari kiri ke kanan David Brown, Rick Husband, Laurel Clark, Kalpana Chawla, Michael Anderson, William McCool, dan Ilan Ramon 

TRIBUNNEWS.COM - Pada 1 Februari 2003, sebuah tragedi tak akan pernah dilupakan bangsa Amerika Serikat dan dunia ketika pesawat ulang alik Columbia meledak di atas Texas saat kembali memasuki Bumi.

Misi ke-28 Columbia ini dijadwalkan meluncur pada 11 Januari 2001 tetapi akibat sejumlah alasan tertunda hingga dua tahun.

Akhirnya, Columbia diluncurkan pada 16 Januari 2003 dengan membawa tujuh orang astronot. 80 detik menjelang peluncuran busa pembatas terlepas dari tanki bahan bakar dan menghantam ujung sayap kiri pesawat ulang alik itu.

Sejumlah kamera yang fokus para proses peluncuran menangkap hantaman busa pembatas itu tetapi para teknisi tak bisa menemukan lokasi dan tingkat kerusakan yang disebabkan insiden tersebut.

Meski insiden serupa pernah terjadi di tiga misi ulang alik sebelumnya dan tanpa mengakibatkan kerusakan parah, sejumlah teknisi NASA yakin kerusakan di sayap bisa mengakibatkan kerusakan fatal.

Sayangnya, kekhawatiran sejumlah teknisi ini  tidak dibahas selama dua pekan Columbia berada di orbit Bumi.

Sebab, manajemen NASA yakin jika kerusakan sudah terjadi mereka tak punya kesempatan untuk memperbaiki situasi.

Pada 1 Februari 2003 pagi hari waktu Amerika Serikat, Columbia memasuki atmofer Bumi. Sekitar 10 menit kemudian, pada pukul 08.53, Columbia sudah berada 70 kilometer di atas pesisir California.

Saat terbang dengan kecepatan 23 kali kecepatan suara, inidikasi pertama adanya masalah mulai diketahui.

Akibat insiden saat peluncuran, lapisan keramik tahan panas yang melindungi ujung sayap kiri telah rusak atau hilang membuat angin dan panas memasuki ruangan sayap dan meledakkannya.

Halaman
123
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved