Tanggapan Wagub Sandiaga Uno Mengenai Pembayaran Hutang ke Jepang

Dalam hal tagihan tersebut memang diakui Sandiaga adanya tagihan dari pemerintah Jepang.

Tanggapan Wagub Sandiaga Uno Mengenai Pembayaran Hutang ke Jepang
Richard Susilo
Wakil Gubernur Jakarta, H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A (48) sedang berbincang dengan seorang pengusaha Jepang mantan eksekutif Itochu Corporation, Ichihara 20 Februari lalu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang menagih hutang pembayaran kepada Pemprov DKI Jakarta  agar segera melunasi pembayaran proyek MRT yang telah lama tertunda. Hal ini diakui oleh Wagub Sandiaga Uno yang saat ini sedang melakukan perjalanan dinas ke Tokyo Jepang.

"Kita akan menyelesaikan segera. Sudah diklarifikasi," paparnya khusus kepada Tribunnews.com sore ini (22/2/2018).

Hal ini terjadi karena adanya  safety and security measures.

"Kita sangat berhati-hati sekali mengenai keuangan dan sekaligus tetap akan menjaga tata kelola dengan baik dan dengan transparansi yang baik pula," tambahnya.

Dalam hal tagihan tersebut memang diakui Sandiaga adanya tagihan dari pemerintah Jepang.

"Ya memang kita ada tagihan yang di sebabkan variation order sesuai dengan perubahan perubahan teknis. Tetapi  sudah  disepakati bahwa akan di selesaikan di phase ke dua," ungkapnya lebih lanjut.

Penyelesaian hutang itu akan dilakukan di fase kedua karena harus mengacu kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Dilakukan hal tersebut karena kita harus mengacu kepada audit BPK dan juga good governance. Fase ketiga pun sedang memasuki tahap preliminary discussions," tekannya lebih lanjut.

Meskipun demikian Sandiaga berjanji akan mempercepat semua itu.

"Kita ingin percepat fase dua dan fase  tiga segera," tekannya lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved