Pertama Kali, Tempat Ibadah Muslim Akan Dibuka Dekat Kuil Besar Ise Jingu Jepang

Menurutnya, hal ini untuk menanggapi semakin banyaknya wisatawan dari wilayah Islam Asia.

Pertama Kali, Tempat Ibadah Muslim Akan Dibuka Dekat Kuil Besar Ise Jingu Jepang
Richard Susilo
Kuil Ise Jingu yang keramat, ada sejak abad kelima di Perfektur Mie, Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pertama kali dalam sejarah Jepang, tempat ibadah muslim akan dibuka musim panas mendatang di dekat kuil besar dan keramat yang sangat terkenal di Jepang Ise Jingu diu Perfektur Mie.

"Sebuah tempat ibadah umat Islam (Muslim) akan dibuka dengan kuil Ise Jingu musim panas mendatang sekitar bulan Agustus 2018," ungkap sumber Tribunnews.com Sabtu ini (24/2/2018).

Menurutnya, hal ini untuk menanggapi semakin banyaknya wisatawan dari wilayah Islam Asia.

Seorang anggota parlemen kota Ise pun mengatakan, "Saya ingin agar semua turis yang menikmati wisata Ise mendapatkan kenyamanan pula untuk menemukan tempat ibadahnya khususny akalangan muslim nantinya."

Tempat ibadah dibuat dengan merenovasi bagian dari kantor turis yang berada di dekat Ise Jingu dan fasilitas wisata terdekat.

Kira-kira tiga meter persegi luasnya dengan menggelar sebuah tikar atau karpet sebagai tempat salat di lantainya.

Tak lupa pula tampilkan arah Mekkah di langit-langit sehingga memudahkan arah salat kalangan muslim.

Bukan hanya tempat salat saja, tak ketinggalan tempat ruang cuci kaki dan bersih-bersih sebelum salat dilakukan nantinya.

Biaya renovasi diperkirakan akan mencapai beberapa juta yen.

Ini adalah pertama kalinya mendirikan tempat ibadah untuk fasilitas umum di kota Ise.

Apabila tidak digunakan untuk ibadah, para turis selain Muslim juga dapat menggunakannya untuk para ibu dengan bayinya yang akan menyusui.

Jumlah orang yang berkunjung ke kota Ise dari kawasan Islam di Asia semakin meningkat.

Menurut data yang ada, orang Indonesia yang mengunjungi pusat informasi turis kota Ise sebanyak 15 orang pada tahun 2016, dan sebanyak 62 orang pada tahun 2017. Sedangkan warga Malaysia sebanyak 110 orang di tahun 2016 dan 131 orang selama tahun lalu (2017).

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help