Kepala BKPM Tokyo Saribua Siahaan Sukses Membawa 5 Miliar Dolar AS Investasi Jepang ke Indonesia

Prestasi Saribua sebelum dia masuk ke Tokyo, investasi Jepang ke Indonesia tahun 2015 hanya sejumlah 2,8 miliar dolar AS.

Kepala BKPM Tokyo Saribua Siahaan Sukses Membawa 5 Miliar Dolar AS Investasi Jepang ke Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kepala BKPM Kantor PerwakilanTokyo Jepang, Saribua Siahaan 

Saribua Siahaan Kepala BKPM Tokyo Berhasil Membawa Investasi Jepang 5 Miliar Dolar AS per Tahun ke Indonesia
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Masa jabatan Saribua Siahaan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Tokyo Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan berakhir Maret mendatang, tapi prestasinya membawa investor Jepang ke Indonesia patut diacungi jempol, 5 miliar dolar AS per tahun.

"Saya sebentar lagi pulang ke Indonesia mau pamitan nih pak," kata Saribua Siahaan kepada Tribunnews.com, Selasa (27/2/2018).

Prestasi Saribua sebelum dia masuk ke Tokyo, investasi Jepang ke Indonesia tahun 2015 hanya sejumlah 2,8 miliar dolar AS.

Tapi mulai tahun 2016 menjadi 5,4 miliar Dolar AS dan tahun lalu 2017 tetap stabil menjadi 5 miliar dolar AS.

Ditugaskan di BKPM-IIPC Tokyo selama 3 tahun, Saribua Siahaan, selama di Jepang sangat aktif memperomosikan potensi investasi Indonesia kepada investor Jepang.

Baca: Abu Bakar Baasyir Harus Pakai Kaus Kaki Ketat untuk Mencegah Pembengkakan Bertambah Parah

Dia mempromosikan tentang kondisi Indonesia tidak hanya di Tokyo, namun di seluruh wilayah di Jepang mulai dari Hokkaido sampai Okinawa.

Kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk mempermudah investor Jepang, senantiasa disampaikannya dalam berbagai seminar dan bisnis forum, dan kesempatan lainnya.

IIPC Tokyo juga memanfaatkan MoU dengan Mega Bank di Jepang seperti Bank Of Tokyo, SMBC, Mizuho, yang secara rutin mengadakan seminar, mengundang clients bank-bank tersebut untuk melihat potensi investasi di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help