Mantan Bos Yakuza Jepang: Perekonomian Indonesia di Bawah Tanah Diperkirakan 20 Persen dari GDP

Sugawara menerbitkan bukunya yang ke-4 terbaru dengan judul Under Protocol berbicara mengenai perekonomian bawah tanah (chika keizai).

Mantan Bos Yakuza Jepang: Perekonomian Indonesia di Bawah Tanah Diperkirakan 20 Persen dari GDP
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Mantan pimpinan Yakuza afiliasi Yamaguchigumi, Sugawara Ushio, bos Watanabe gumi dan salah satu pimpinan Sato gumi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan pimpinan Yakuza afiliasi Yamaguchigumi, Sugawara Ushio (53), bos Watanabe gumi dan salah satu pimpinan Sato gumi, baru saja menerbitkan buku barunya Under Protocol.

Buku ini memperkirakan perekonomian bawah tanah Indonesia, tidak terdaftar di perpajakan sekitar 20 persen dari GDP saat ini (GDP3500) atau mencapai sekitar 175 miliar dolar AS.

"Perekonomian di bawah tanah di Indonesia saat ini mungkin sekitar 175 miliar dolar AS yang tidak terdaftar di kantor pajak Indonesia," kata Sugawara atau biasa dikenal dengan nama Neko Kumicho kepada Tribunnews.com, Selasa (1/3/2018).

Sugawara, Rabu (28/2/2018) secara resmi menerbitkan bukunya yang ke-4 terbaru dengan judul Under Protocol berbicara mengenai perekonomian bawah tanah (chika keizai) yang ada khususnya di Jepang.

Perekonomian bawah tanah bukan hanya uang yang berputar di kalangan preman atau kelompok penjahat, tetapi di kalangan masyarakat biasa.

Misalnya terima uang korupsi dan sebagainya, juga termasuk perekonomian bawah tanah.

Baca: Agus Rahardjo Semringah Deputi Penindakan KPK Diangkat Jadi Kepala BNN

"Apabila Indonesia semakin maju, maka uang bawah tanah itu akan semakin berkurang," kata dia.

Sugawara dengan mudah menjelaskan mengggunakan contoh pihak kepolisian.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help