Masyarakat Kawasaki Jepang Minta Aturan Pelarangan Ujaran Kebencian dan Diskriminasi Rasial

Kelompok masyarakat Kawasaki menyerahkan proposal kepada wali kota Kawasaki Jepang agar dibuatkan peraturan terhadap ujaran atau pidato kebencian.

Masyarakat Kawasaki Jepang Minta Aturan Pelarangan Ujaran Kebencian dan Diskriminasi Rasial
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kelompok masyarakat Kawasaki (kanan) menyerahkan permohonan pembuatan aturan pelarangan ujaran kebencian dan diskriminasi rasial kepada pejabat Kota Kawasaki (kiri). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kelompok masyarakat Kawasaki menyerahkan proposal kepada wali kota Kawasaki Jepang agar dibuatkan peraturan dan sanksi yang keras terhadap ujaran atau pidato kebencian dan diskriminasi rasial, Kamis (1/3/2018).

"Kami memohon pihak Kota Kawasaki agar membuat aturan yang tegas dan sanksi yang keras atas bicara atau pidato kebencian dan dijauhkan pula dari diskriminasi rasial di Kawasaki," kata Kamihara, pengacara dan juru bicara kelompok masyarakat Kawasaki setelah menyerahkan proposal yang dibuat para ahli hukum serta masukan dari masyarakat Kawasaki.

Kota Kawasaki telah merumuskan pedoman untuk peraturan pendahuluan tentang ujaran kebencian, seperti tidak mengizinkan penggunaan fasilitas bila ada risiko bahwa fasilitas umum dapat disalahgunakan dalam perilaku diskriminatif yang disebut pidato kebencian, dan ini akan mulai berlaku bulan Maret 2018.

Baca: Kematiannya Masih Misterius, Polisi Periksa Mobil dan Bekas Muntahan Mantan Wakapolda

Dalam keadaan seperti ini, sekelompok warga Kota Kawasaki yang menyerukan pemberantasan perilaku diskriminatif mengunjungi balai kota kemarin untuk menyampaikan pendapat.

Surat-surat opini menggabungkan pendapat dan pandangan para ahli yang direkrut dari warga Kawasaki setempat mengusulkan dan meminta pihak kota agar menetapkan peraturan untuk melarang tidak hanya pidato tentang kebencian, namun juga diskriminasi rasial secara keseluruhan, dan menetapkan hukuman untuk memastikan efektivitas Juga.

"Selain itu kami meminta agar tindakan penanggulangan ucapan kebencian di internet ikut pula ditentukan dalam peraturan," ungkapnya.

Kelompok masyarakat Kawasaki dianggapnya memiliki rasa krisis yang sangat tinggi.

"Kami akan menetapkan peraturan pada tahap awal dan kami ingin menghentikan perilaku diskriminatif," ujar dia.

Kota Kawasaki yang dulu sangat kotor akibat polusi tapi kini bersih, banyak dihuni kalangan asing baik keturunan Korea maupun Brazil dan warga asing lainnya.

Pidato kebencian bahkan sampai muncul keributan pro dan kontra di tahun lalu, membuat kota ini rawan masalah diskriminasi rasial, disamping kejahatan dan prostitusi juga cukup banyak di Kawasaki hingga saat ini.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help