Hinamatsuri di Jepang Rebut Perhatian Para Turis

Perayaan Hina Matsuri dilakukan sejak Zaman Edo tahun 1600-an. Kini semakin populer dan meriah, merebut banyak perhatian dari para turis.

Hinamatsuri di Jepang Rebut Perhatian Para Turis
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Hiasan Hinamatsuri seharga 260.000 yen dipajang di sebuah department store di Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perayaan Hina Matsuri dilakukan sejak Zaman Edo tahun 1600-an. Kini semakin populer dan meriah, merebut banyak perhatian dari para turis baik domestik maupun internasional setiap tanggal 3 Maret dan seterusnya.

"Salah satu perayaan Hina Matsuri yang menarik ada di daerah pertokoan di sekiar Jalan Aya Chuo di Kota Miyazaki di selatan Jepang," ungkap Saburo Oyama, warga Miyazaki kepada Tribunnews.com, Sabtu (3/3/2018).

Mulai hari ini, Sabtu (3/3/2018) hingga sekitar 11 Maret mendatang akan banyak hiasan dan perayaan Hina Matsuri di sana.

Tentu saja juga di berbagai kota di Jepang ada pula perayaan serupa.

Hinamatsuri atau Hina Matsuri adalah perayaan setiap tanggal 3 Maret di Jepang yang diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan.

Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hina ningyo untuk festival boneka.

Satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana (dayang-dayang), dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang.

Baca: Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Metha Tertangkap di Banyumanik, Salah Satunya Perempuan

Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya Zaman Heian.

Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal dari permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help