Meninggal di Jepang, KBRI Tokyo Bantu Pemulangan Jenazah Sufian Sayang ke Indonesia

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo Jepang membantu warga Indonesia yang meninggal mendadak karena sakit jantung 27 Februari lalu.

Meninggal di Jepang, KBRI Tokyo Bantu Pemulangan Jenazah Sufian Sayang ke Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sufian Sayang kelahiran Enrekang Sulawesi Selatan 29 Mei 1980 meninggal 27 Februari 2018 di Perfektur Aichi Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo Jepang membantu warga Indonesia yang meninggal mendadak karena sakit jantung 27 Februari lalu.

Padahal WNI ini, Sufian Sayang (37) sedang mengajukan visa suaka (namin) kepada pemerintah Jepang.

"Kita demi kemanusiaan saja sesama WNI kita bantu. Apa yang bisa kita bantu ya kita bantulah," kata sumber Tribunnews.com, Sabtu (3/3/2018).

Sufian awalnya adalah pemagang biasa, lalu kembali ke Indonesia dan balik lagi ke Jepang kemudian mengajukan visa suaka (namin) kepada pemerintah Jepang.

Jadi saat ini statusnya adalah dalam proses visa suaka di Jepang menunggu hasil keputusan pemerintah Jepang.

Baca: Hari Pertama Pensiun Budi Waseso Sibuk Cuci Mobil Berburu

Sufian meninggal di apartemen pada tanggal 27 Februari 2018 jam 04.30 dan ditemukan oleh salah satu temannya yang akan mengajak salat subuh dan langsung kerja.

Sufian meninggal akibat serangan jantung dan sempat ditangani oleh pihak kepolisian Toyota, karena dibutuhkan pengusutan lebih lanjut penyebab kematiannya.

Ternyata hasil visum dokter tidak ada kekerasan pada tubuh korban dan memang meninggal karena serangan jantung.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help