Kerusakan Mesin Pesawat Militer AS di Jepang Minggu Lalu, Tentara AS Diterjunkan Membersihkan Danau

Banyak tangki bahan bakarnya dibuang ke laut menyebabkan pencemaran daerah perikanan di sana.

Kerusakan Mesin Pesawat Militer AS di Jepang Minggu Lalu, Tentara AS Diterjunkan Membersihkan Danau
NHK
Pasukan militer AS dan pasukan marinir bela diri Jepang (MSDF) bersama membersihkan danau Ogawara pagi ini (5/3/2018) bersama-sama dari tanki bahan bakar, pecahan tanki dan polusi yang ada. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Minggu lalu pesawat militer Amerika Serikat (AS) mengalami masalah mesin di perfektur Aomori Jepang.

Banyak tangki bahan bakarnya dibuang ke laut menyebabkan pencemaran daerah perikanan di sana.

Pasukan bela diri Jepang (SDF) sudah mengambil kembali 94% tangki yang dibuang dan baru hari ini (5/3/2018) pasukan militer AS diterjunkan ke lokasi ikut mengambil tangki tersisa dan membersihkan lingkungannya.

"Kejadiannya minggu lalu, pesawat militer AS mengalami masalah mesin di danai Ogawara, Tohoku, perfektur Aomori, terpaksa membuang tangki-tangki bahan bakarnya ke danau," papar sumber Tribunnews.com Senin ini (5/3/2018).

Pihak SDF yang mendapat kabar tersebut langsung bekerja keras mengumpulkan mengangkat kembali tangki-tangki tersebut agar tidak mencemarkan lingkungan sejak 4 Maret kemarin dan sudah terkumpul 94%.

Hari ini barulah tentara AS diterjunkan ke lapangan ikut membantu membersihkan danai Ogawara tersebut.

Akibat pencemaran tersebut penangkapan ikan dan kehidupan di sana dilarang sementara agar lingkungan dana pulih netral kembali setelah tercemar bahan bakar pesawat terbang AS yang mengalami kerusakan mesin.

Pasukan AS dari markas militer di Misawa Jepang untuk pertama kali diterjunkan ke lapangan kerjasama dengan SDF.

Sedangkan dari Marine SDF (MSDF) dua tentara dan 4 kru diterjunkan ke lapangan dalam satu kapal dengan tentara AS untuk ikut mengangkati tanki yang tersisa dan membersihkan lingkungan sekitar.

Wakil komandan tentara AS Paul D. Carmis mengatakan, "Kita akan terus mengambil semua pecahan tanki dan kebocoran bahan bakar yang ada akan kami bersihkan semua sehingga penduduk setempat akan nyaman kembali, dan lingkungan bersih kembali," paparnya Senin ini (5/3/2018).

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help