KBRI Tokyo Dukung Kolaborasi Profesor Jepang Percepat Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Rombongan Tokyo Tech dipimpin oleh Kikuo Kishimoto yang merupakan Guru Besar

KBRI Tokyo Dukung Kolaborasi Profesor Jepang Percepat Pembangunan Infrastruktur di Indonesia
Ist
Duta Besar RI untuk Jepang, Arifin Tasrif ketika menerima kunjungan beberapa Profesor dari Tokyo Institute of Technology (Tokyo Tech) di KBRI-Tokyo, 6 Maret 2018. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari  Jepang

 TRIBUNNEWS TOKYO - Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Arifin Tasrif, mendukung kolaborasi antar universitas Jepang dan Indonesia dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia

 Hal ini disampaikan Dubes Arifin ketika menerima kunjungan beberapa Profesor dari Tokyo Institute of Technology (Tokyo Tech) di KBRI Tokyo, 6 Maret 2018.

 "Pada kunjungan tersebut perkembangan terkini terkait kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Tokyo Tech dalam bidang penelitian dan pengembangan teknologi kereta api dan perencaan kota dibahas secara rinci, termasuk juga target-target yang ingin dicapai selanjutnya," ungkap Farid Triawan salah satu anggota rombongan yang bertemu dengan Dubes Indonesia tersebut khusus kepada Tribunnews.com Senin ini (12/3/2018).

 Rombongan Tokyo Tech dipimpin oleh Kikuo Kishimoto yang merupakan Guru Besar sekaligus Dekan School of Environment and Society, Tokyo Tech.

 "Bersamanya ikut pula 3 orang dosen ahli bidang transportasi dan pengembangan produk Shinya Hanaoka, Kazuaki Inaba, dan Farid Triawan. Selain itu, hadir juga Dian Wahdiana yang merupakan atase perhubungan KBRI Tokyo."

 Kerjasama dan kolaborasi antara universitas Jepang dan Indonesia (seperti ITB dan Tokyo Tech), memiliki peran sangat penting dalam pemercepatan pengembangan teknologi tepat guna di Indonesia, tegas Dubes Arifin dalam pertemuan tersebut.

 “KBRI-Tokyo selalu memberikan dukungan penuh terhadap kerjasama antar universitas Jepang dan Indonesia, kalau diperlukan, ruangan rapat besar di KBRI dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan simposium”, ungkap Dubes Arifin.

Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan rintangan dalam pembangunan infrastruktur, khususnya sistem perkereta-apian. 

 Kolaborasi dengan luar negeri merupakan hal yang sangat strategis untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang teknologi. 

 Dari kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada penambahan investasi asing ke tanah air, lanjut Farid lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help