Pegawai Swasta Jepang Tak Dapat Pinjaman Yakuza, Malah Membunuhnya dan Dikuburkan di Pekarangan

Perbuatan tersangka cukup sadis juga, karena tak dapat pinjaman uang, dia membunuh

Pegawai Swasta Jepang Tak Dapat Pinjaman Yakuza, Malah Membunuhnya dan Dikuburkan di Pekarangan
Kansai TV
Kazuhisa Hashimoto, 48, karyawan perusahaan yang membunuh seorang pimpinan Yakuza Jepang Februari tahun lalu (2017). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, Tokyo - Terlanjur berteman dengan mafia Jepang (yakuza), meminjam uang berkali-kali dari seorang pimpinan yakuza, sekali tidak dipinjamkan, malah pegawai swasta Jepang marah dan membunuh pimpinan yakuza tersebut dan dikuburkan di pekarangan depan rumahnya.

"Perbuatan tersangka cukup sadis juga, karena tak dapat pinjaman uang, dia membunuh seorang pimpinan yakuza Jepang dan dipendam di pekarangan depan rumahnya," ungkap sumber Tribunnews.com Selasa ini (13/3/2018).

Bulan April 2017 polisi menemukan jasad orang yang dipendam di bawah taman kecil di pekarangan depan rumah seorang pegawai swasta Jepang di kota Izumi perfektur Osaka.

Tersangka, Kazuhisa Hashimoto, 48, akhirnya ditangkap dan kemarin (12/3/2018) dalam persidangan mengakui semua perbuatannya yang dituduhkan oleh pihak Jaksa.

Dalam persidangan Hashimoto mengakui sudah merencanakan akan membunuh gengster yakuza tersebut apabila tak mendapat pinjaman uang.

Hashimoto selama ini pinjam uang dari yakuza, lalu kembalikan uang dari pinjamannya juga. Saat mau pinjam lagi di dalam mobil, bersama seorang lainnya, Hashimoto yang meminta lagi pinjaman uang ditolak yakuza tersebut.

Sang yakuza ditembak dan meninggal lalu dipendam di bawah taman kecil di pekarangan depan rumahnya bulan Februari 2017.

Seorang saksi mata yang saat itu bersama Hashimoto pula, terlebih dulu tertangkap polisi dalam kasus lain, lalu memberitahukan pembunuhan tersebut.

Polisi membongkar kuburan tersebut, menemukan mayatnya dan menangkap Hashimoto.

Kasus akan diputuskan pengadilan Osaka tanggal 22 Maret mendatang.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help