Viral, Calo Pembeli Barang Terkenal Warga China di Jepang Berkelahi Melawan Satpam

Masalah perkelahian tersebut biasanya dipicu dengan informasi pencarian para calo yang mau antri

Viral, Calo Pembeli Barang Terkenal Warga China di Jepang Berkelahi Melawan Satpam
Richard Susilo
Lima warga China berkelahi dengan dua satpam penjaga toko produk terkenal di Shibuya Sabtu siang lalu (10/3/2018) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, Tokyo - Lima warga China di Jepang berkelahi dengan dua satpam Jepang penjaga toko penjualan produk terkenal Supreme yang akan menjual khusus barang dalam jumlah terbatas Sabtu lalu (10/3/2018) . Difilmkan seorang warga Jepang upload ke Youtube kini jadi viral di Jepang.

"Masalah perkelahian tersebut biasanya dipicu dengan informasi pencarian para calo yang mau antri untuk barang khusus dan populer. Hal ini sudah menjadi biasa di Jepang, mencari warga keturunan China atau warga China yang mau antri," papar wartawan China Shurai Yuu Selasa ini (13/3/2018).

Bahkan uang kerja paruh waktu cukup besar dijanjikan antara 1200 yen - 1300 yen. Bahkan kalau bisa dapat nomor awal antrian tambahan uang antara 5000 yen hingga 20.000 yen. Info pencarian kerja paruh waktu (baito) itu untuk 50 orang.

Produk terbatas dan terbaru Supreme Sabtu lalu (10/3/2018) sekitar jam 11:00 waktu Jepang mulai dijual di Shibuya Tokyo.

Begitu populer bagi kalangan anak muda, produk baru dan terbatas Supreme hanya untuk 300 pembeli saja dan mereka antri sejak sekitar jam 18:000 Jumat (9/3/2018) sehari sebelumnya.

Permasalahan perkelahian itu sendiri muncul setelah pihak satpam meminta setiap yang antri untuk memperlihatkan bukti jati diri aslinya. Sedangkan lima warga China itu hanya bisa memperlihatkan fotokopi saja dan tentu saja ditolak Satpam tersebut sehingga muncul perkelahian.

Adanya "pekerjaan" antri bagi calo pembeli yang bekerja paruh waktu tersebut semakin marak di Jepang terutama dikelola kalangan China yang ada di Jepang.

Pekerjaan seperti itulah yang akhirnya membuat satpam Jepang banyak membuat aturan kepada semua yang antri untuk memperlihatkan jati diri aslinya saat antri sebagai syarat boleh antri untuk bisa membeli barang-barang terkenal.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help