Peringkat Indonesia BBB Ternyata Sama Dengan Filipina Yang Menjadi BBB Sejak Tahun Lalu

Alasan tidak diketahui olehnya karena Hara mengakuinya bukan petugas yang bertanggungjawab untuk memeringkat ekonomi Filipina.

Peringkat Indonesia BBB Ternyata Sama Dengan Filipina Yang Menjadi BBB Sejak Tahun Lalu
Richard Susilo
Analis Rating and Investment Information Inc. Japan (R&I) Kazuki Hara (46) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS Tokyo - Peringkat rating Indonesia yang sejak 7 Maret 2018 dari BBB- (BBB minus) menjadi BBB, ternyata sama dengan Filipina yaitu BBB yang semula BBB-. Bahkan Filipina sudah sejak tahun lalu dengan peringkat BBB.

"Filipina peringkatnya memang lebih baik sejak tahun lalu. Sedangkan Indonesia baru per 7 Maret 2018 meningkat baik dan stabil menjadi BBB yang tadinya BBB-," papar analis ekonomi Rating and Investment Information Inc. Japan (R&I) Kazuki Hara khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (14/3/2018).

Alasan tidak diketahui olehnya karena Hara mengakuinya bukan petugas yang bertanggungjawab untuk memeringkat ekonomi Filipina.

Meskipun demikian Indonesia yang diperingkati Hara saat ini dilihatnya sebagai negara yang cukup baik dan stabil perekonomiannya sehingga peringkat wajar dinaikkan menjadi BBB dan status "Stabil" baru-baru ini.

"Tahun lalu kita berikan peringkat awal April 2018 masih BBB-. Tetapi tahun ini pada tanggal 7 Maret karena penelitian sampai ke Indonesia telah dilakukan Februari lalu dan telah selesai hasilnya sehingga diumumkan awal Maret 2018 ini."

Namun untuk tahun depan (2019) diakuinya masih belum tahu kapan akan diumumkan peringkat Indonesia karena ada pemilu Presiden di tahun 2019.

"Kita lihat saja awal tahun depan bagaimana keadaannya. Kalau dianggap stabil tak ada masalah, tak bergolak drastis keadaan negara Indonesia, ya mungkin sebelum pemilu dilakukan sudah bisa dikeluarkan peringkat barunya," paparnya lagi.

Namun kalau keadaan negara bergolak kencang dan mengganggu perekonomian terbarunya akan segera dikoreksi pemeringkatan tersebut.

"Perubahan pemeringkatan bisa saja dilakukan segera apabila negara itu bergejolak seperti Itali beberapa waktu lalu sehingga sangat mempengaruhi perekonomian nya."

Dalam pengalamannya selama 11 tahun sebagai pemeringkat negara (bukan perusahaan), Hara melihat yang paling berat tugasnya saat memberikan peringkat bagi Yunani saat krisis ekonominya beberapa tahun lalu.

"Karena banyak perubahan dan sangat tidak stabil saat itu, kita berikan pemeringkatan setiap bulan. Menang cukup berat juga kerjanya saat itu termasuk bolak-balik ke Yunani dan sempat dapat tegoran dari pihak Yunani," ceritanya lagi.

Selain Yunani, juga Irlandia, Latvia, Ukraina juga berat kerjanya dalam penelitian data ekonomi dan memberikan peringkatnya.

Sedangkan dari enam negara di ASEAN berikut peringkat terbaik dipegang Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam terbawah dengan BB- (minus).

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help