Tidak Mungkin Pemeringkat Jepang Disogok Untuk Naikkan Peringkat Suatu Perusahaan atau Negara

Hara juga mengakui di setiap perusahaan pemeringkat memang ada orang sales marketing untuk mencari tambahan incoma bagi perusahaan.

Tidak Mungkin Pemeringkat Jepang Disogok Untuk Naikkan Peringkat Suatu Perusahaan atau Negara
Richard Susilo
Analis Rating and Investment Information Inc. Japan (R&I) Kazuki Hara (46) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM Tokyo - Tidak sedikit orang mungkin mempertanyakan apakah lembaga pemeringkat terima duit sehingga peringkat sebuah perusahaan atau suatu negara jadi bagus?

"Yang pasti kalau pemeringkat Jepang tidak mungkin disogok untuk bikin bagus peringkat sebuah perusahaan atau suatu negara," papar Analis ekonomi Rating and Investment Information Inc. Japan (R&I) Kazuki Hara (46) khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (14/3/2018).

Hara juga mengakui di setiap perusahaan pemeringkat memang ada orang sales marketing untuk mencari tambahan incoma bagi perusahaan.

"Tapi antara sales dan analis benar-benar terbatasi tembok yang kuat sehingga tak ada pengaruh dan tak boleh ada pengaruh kepada hasil penilaian dan pemeringkatan dari analis ekonomi Jepang," tekannya lagi,

Pemeringkatan yang dibuat bukan hanya soal data perusahaan yang bersangkutan tetapi juga menganalisa tanggapan masyarakat luas dan berbagai hal untuk menciptakan sebuah peringkat, tambahnya.

"Kalau pemeringkatan dibuat katakanlah agak aneh, kelihatan bagus, atas sebuah perusahaan yang mungkin citranya lagi jatuh, sedang ada masalah, masyarakat juga bisa tahu dari situasi keadaan yang ada dan masyarakat juga bis amenilai sendiri perusahaan itu benar atau tidak situasi kondisinya saat ini sehingga masyarakat sendiri menentukan beli atau tidaknya saham perusahaan tersebut."

Belum lagi melihat peringkat yang dilakukan lembaga pemeringkat yang lain. Kalau beda jauh pasti masyarakat akan curiga.

"Jadi tidak mungkin pemeringkatan di jepang itu dibuat atas dasar karena terima uang dan sebagainya. Semua asli dari hasil penelitian analis ekonomi sendiri."

Saat melakukan penilaian terhadap Indonesia Hara dan timnya juga meninjau langsung ke Indonesia dan bertemu para pejabat kementerian keuangan untuk mendapat data asli keadaan perekonomian Indonesia saat ini.

"Jadi data yang kami peroleh resmi dari pemerintah Indonesia," tekannya lagi yang selanjutnya di teliti lebih lanjut dan digabung dengan hasil penelitian lapangan lainnya.

Hasil analisa semua data itulah menjadi sebuah kesimpulan Peringkat sebuah perusahaan atau peringkat sebuah negara, papar Hara yang dulunya pernah bekerja bagi sebuah konsultan terkait proyek di Indonesia dan kerjasama dengan badan kerjasama internasional Jepang (JICA).

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help