Jaksa Senior Jepang Kena Tahanan Rumah Gara-gara Aksi Tosatsu di Kamar Mandi Wanita di Kantornya

Seorang jaksa Jepang, Nobuyoshi Hiraki (46) menyelinap masuk ke kamar mandi (toilet) wanita di kantor kejaksaan tempatnya bekerja.

Jaksa Senior Jepang Kena Tahanan Rumah Gara-gara Aksi Tosatsu di Kamar Mandi Wanita di Kantornya
NNN
Kantor Kejaksaan Himeji Hyogo Jepang tempat kerja tersangka jaksa Nobuyoshi Hiraki (46). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang jaksa Jepang, Nobuyoshi Hiraki (46) menyelinap masuk ke kamar mandi (toilet) wanita di kantor kejaksaan tempatnya bekerja.

Di toilet itu sang jaksa mengabadikan gambar wanita yang masuk ke kamar mandi tersebut menggunakan kamera kecil secara ilegal.

Kejadian ini di Jepang biasa disebut Tosatsu.

"Tersangka melakukannya pada bulan September 2017 dan bulan Februari 2018 dengan menyelinap masuk ke toilet wanita kantornya sendiri lalu merekam para wanita yang sedang berada di WC tersebut secara ilegal," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (19/3/2018).

Baca: Sebelum Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Wakil Ketua PPP Jombang Pamit Temui Seseorang di Desa Blimbing

Saat pengambilan gambar ilegal tersebut Hiraki memang sedang dalam jam kerja di kantornya.

Kantor tersebut tidak mengungkapkan apakah Hiraki, yang telah dituduh melakukan pelanggaran dan melanggar peraturan gangguan publik, mengakui atau tidak mengakui tuduhan tersebut.

Namun pihak kejaksaan telah menahannya saat ini.

Pada bulan September 2007, Hiraki ditunjuk sebagai jaksa penuntut umum.

Pada saat kejadian, dia adalah seorang jaksa penuntut yang menangani beberapa kasus di Kantor Kejaksaan Himeji Perfektur Hyogo Jepang.

Baca: Dalam Kondisi Sekarat Noval Sempat Minta Air Minum Sebelum Meninggal Disambar Petir

Hiraki saat ini sedang cuti dan kemungkinan tahanan rumah.

Menurut kantornya, Hiraki selama ini tidak pernah mengalami masalah terkait pekerjaannya.

"Pihak kejaksaan masih terus menyelidiki kasusnya tersebut dan bukan tidak mungkin sang jaksa akan terkena tindakan disiplin yang sangat keras seperti pengurangan gaji dan karier yang terhenti atau kemungkinan pula mengundurkan diri dari pekerjaannya," tambah sumber itu.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help