CEO Dana Pensiunan Jepang Minta Maaf Karena Datanya ''Lari'' ke China

Kami meminta maaf sedalamnya atas kasus ini dan akan meningkatkan pengawasan lebih ketat

CEO Dana Pensiunan Jepang Minta Maaf Karena Datanya ''Lari'' ke China
Richard Susilo
Direksi Dana Pensiunan Jepang menunduk meminta maaf sedalamnya malam ini (20/3/2018) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Akhirnya Badan Pensiunan Jepang melalui Direksinya meminta maaf kepada masyarakat malam ini (20/3/2018) karena datanya bocor "lari" ke China.

"Kami meminta maaf sedalamnya atas kasus ini dan akan meningkatkan pengawasan lebih ketat lagi agar tak terjadi hal serupa di masa depan," papar CEO nya Touichiro Mizushima malam ini, Selasa (20/3/2018).

Baca: 8 Bule Jerman Temukan Ular Putih Berukuran Manusia Dewasa, Begini Faktanya

Berdasarkan kontrak antara badan pensiunan Jepang (JPO) dan perusahaan pengolahan informasi Say Kikaku, di Toshimaku Tokyo, untuk melindungi informasi pribadi, melarang melakukan sub-kontrak kepada perusahaan lain.

Ternyata Say Kikaku men sub-kontrakkan ke perusahaan China di Dahlian yang menurutnya adalah anak perusahaannya sendiri.

"Itu perusahaan China seperti perusahaan saya sendiri jadi saya kira tidak apa-apa tadinya," kata CEO Say Kikaku Seiichi Kirita malam ini juga.

Baca: Ritual Telur Sebelum Masuk Sarang Ular Putih Seukuran Manusia Dewasa

Kasus ini membuat JPO untuk menunda lelang pengerjaan memasukkan data selama 3 tahun mendatang.

Say Kikaku menerima pesanan memasukkan data sebanyak 18 juga orang yang dimulai sejak akhir Oktober 2017.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help