Beginilah Cara Bandara Haneda Jepang Mengantisipasi Waktu Keterlambatan Penerbangannya

Penerbangan internasional di bandara Haneda sangat padat sekali saat ini sehingga terjadi berbagai keterlambatan

Beginilah Cara Bandara Haneda Jepang Mengantisipasi Waktu Keterlambatan Penerbangannya
Richard Susilo
Tabel waktu keterlambatan rata-rata antara empat bandara internasional 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dari berbagai bandara internasional, ternyata rata-rata waktu penerbangan bandara internasional Haneda di Tokyo yang paling sedikit, per Maret 2017, rata-rata terlambat 29 menit dibandingkan bandara internasional lain.

Meskipun demikian pihak bandara Haneda belum puas dan terus meningkatkan pelayanan agar lebih kecil lagi waktu keterlambatan penerbangannya terjadi di masa depan.

"Penerbangan internasional di bandara Haneda sangat padat sekali saat ini sehingga terjadi berbagai keterlambatan di sana-sini, kami mohon maaf akan hal tersebut," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (21/3/2018).

Menurutnya, walaupun rata-rata keterlambatan penerbangan per tahun hanya 29 menit, hal itu akan berakibat beruntut kepada hal lainnya dan hal tersebut tidaklah baik.

"Kalau terlambat sudah terjadi di pagi hari, hal ini sangat kurang baik karena ada kemungkinan akan berdampak ke penerbangan lain berikutnya sampai ke malam hari. Jadi kita berusaha untuk memnperbaiki tingkat ketepatan penerbangan ini dengan berbagai upaya saat ini," katanya.

Baca: Inikah Kejutan Milla? Ezra Walian-Zulfiandi Main di Babak Pertama

Salah satu faktor yang dilihatnya membuat keterlambatan terutama di pagi hari adalah toko sarapan makan pagi di bandara Haneda yang agak jauh dengan belalai gajah tempat awal menunggu keberangkatan pesawat yang bersangkutan.

"Oleh karena itu kita membuat pesawat sebisa mungkin parkir di dekat toko-toko makanan yang ada di dalam bandara Haneda yang ada sebelum pesawat diberangkatkan. Kalau toko makanan dekat dengan pintu ke pesawat maka penumpang pun bisa cepat pula masuk ke pesawat dan pesawat bisa segera diberangkatkan."

Layanan di berbagai bandara internasiional Jepang termasuk Narita (Chiba)  dan Kansai (Osaka) berusaha ditingkatkan saat ini, bukan hanya soal keamanan bagi penumpang dan masyarakat, tetapi juga ada fasilitas lain yang disiapkan dengan baik seperti penerjemah dengan berbagai bahasa.

"Jadi kalau penumpang tak bisa bahasa Jepang, bisa hanya bahasa Inggris atau Korea atau China, misalnya, kita punya penerjemah sehingga tidak mengalami kesulitan dalam komunikasi."

Selain itu juga fasilitas (alat khusus) sensor bagasi yang semakin canggih sehingga dengan mudah melihat semua barang yang ada di dalam kopor, bahkan bisa melihat dalam bentuk tiga dimensi dari monitor mesin scanner tersebut.

Fasilitas lain adalah jasa pengiriman yang profesional disiapkan, sehingga misalnya atlit membawa barang besar seperti papan selancar, bisa dikirim lewat perusahaan pengiriman yang ada loketnya di dalam bandara dan orangnya pulang dengan santai bersama tas tangannya saja.

Waktu keterlambatan penerbangan rata-rta per Maret 2017  menurut Flight Stats adalah Heathrow London Inggris dengan waktu rata-rata 39 menit.

Kemudian bandara internasional Peking di China dan yang parah adalah bandara internasional John F Kennedy di New York Amerika Serikat dengan keterlambatan rata-rata 1 jam 10 menit.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved