Ternyata Mantan PM Jepang Junichiro Koizumi Suka Sekali Kepada Wanita

Koizumi itu benar-benar suka sekali sama wanita dia. Saya kadang kesal, saya ke sini untuk kerja

Ternyata Mantan PM Jepang Junichiro Koizumi Suka Sekali Kepada Wanita
Richard Susilo
Mantan senior politisi partai liberal (LDP) Shizuka Kamei (81) nomor dua dari kiri dan Taku Yamasaki (81) nomor tiga dari kiri. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ternyata mantan PM Jepang Junichiro Koizumi sangat suka sekali dengan wanita. Lagi kerja pun ujung-ujungnya bicara mengenai wanita.

"Koizumi itu benar-benar suka sekali sama wanita dia. Saya kadang kesal, saya ke sini untuk kerja, saya bilang ke dia saat itu, eh, ujung-ujungnya kembali bicara soal wanita lagi, senang banget dia dengan wanita deh," papar Shizuka Kamei politisi senior partai liberal (LDP) dalam acara Fuji TV malam ini (23/3/2018) "Yang Menarik Dari Politisi".

Kamei (81) merasa dihianati Koizumi karena kasus privatisasi pos Jepang di masa kabinet Koizumi. Kamei menolaknya tetapi Koizumi tetap memaksakan privatisasi dilakukan terhadap kantorpos Jepang dan kini kantorpos Jepang memang telah menjadi badan privat yang sebagian sahamnya dimiliki oleh swasta, namun sebagian besar masih dipegang pemerintah.

Selain Kamei, Taku Yamasaki (81) yang juga sahabat Koizumi terkenal dengan julukan YKK (Yamasaki - Kato - Koizumi) juga menceritakan Koizumi sebagai orang yang sangat pelit.

"Koizumi suka sekali karaoke suaranya bagus sekali dia. Lalu kita putuskan, beli alat karaoke karena jutaan yen anggaran di bagi tiga tapi saya masih sedikit 10.000 yen lebih banyak ya tak apalah," papar yamasaki.

Setelah peralatan karaoke dibeli eh ternyata Koizumi sama sekali tidak mau ke luar uang, "Nol yen dia sama sekali tidak ke luar uang akhirnya saya dua pertiganya yang membayar."

Lalu saat kita berkaraoke, mungkin 70% dinyanyikan dipakai oleh Kato, lalu Koizumi juga kadang-kadang nyanyi tapi ya memang suaranya bagus sekali dia," ungkap Yamasaki mengenang masa lalunya.

Kamei sendiri terkenal sebagai politisi Ryotei (restoran mahal tradisional Jepang).

"Dulu kita segala keputusan besar ditentukan saat kumpul bersama di Ryotei," tekan Kamei.

Salah satu keputusan misalnya setelah mantan PM Obuchi meninggal dunia, siapa penggantinya, lalu kita putuskan dalam pembicaraan di Ryotei, akhirnya kita berempat termasuk Mori sepakat mengangkat Mori jadi PM Jepang, jelas kamei lagi.

Selain itu Yamasaki juga menceritakan sempat dihentikan polisi lalu mencoba menyuapnya dan berhasil.

"Itu jaman dulu sih karena polisi mengenal saya dan ada sesuatu dari saya akhirnya dia lepaskan saya dari tilang. Harusnya sih ditilang," ungkap Yamasaki asli Fukuoka yang pernah menjadi Ketua Persahabatan Indonesia-Jepang lagi sambil tertawa.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help