Keputusan PN Denpasar Terhadap Terdakwa Pembunuh Pasutri Asing Dapat Perhatian Besar di Jepang

Keputusan pengadilan sesuai dengan permohonan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 15 tahun penjara.

Keputusan PN Denpasar Terhadap Terdakwa Pembunuh Pasutri Asing Dapat Perhatian Besar di Jepang
Richard Susilo/Fuji TV
Terdakwa I Putu Astawa (25) menunduk mendengarkan putusan Hakim Ketua I Wayan Sukanila di Pengadilan Negeri Denpasar, kemarin (26/3/2018) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kasus pembunuhan suami isteri (pasutri) Jepang Matsuba Hiroko (73) dan Matsuba Norio (76) pada bulan September 2017 dan keputusan pengadilan Bali kemarin (26/3/2018) mendapat sorotan beberapa media besar Jepang sejak kemarin malam hingga Selasa ini (27/3/2018).

Fuji TV memberitakan, "Terdakwa I Putu Astawa (25) dengan berlinang air mata mendengarkan keputusan pengadilan dan masih mikir-mikir mengenai keputusan tersebut."

Pihak hakim pun yang diketuai I Wayan Sukanila di Pengadilan Negeri Denpasar, memutuskan 15 tahun penjara bagi terdakwa, "Karena pembunuhan tersebut telah menyakitkan keluarga Matsuba dan sekaligus menjelekkan citra Bali di mata para turis yang banyak berkunjung ke Bali," tambah Fuji TV lagi.

Pemberitaan dilakukan mulai NHK, Fuji TV, AFP Japan dan sebagainya sampai dengan Selasa ini mengenai keputusan pengadilan negeri Denpasar tersebut.

Keputusan pengadilan sesuai dengan permohonan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 15 tahun penjara.

Terdakwa didakwa dengan Pasal 365 Ayat (3) KUHP sesuai dengan dakwaan yang dibacakan sebelumnya melakukan tindakan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Terdakwa melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Seperti yang telah disebutkan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," kata Sukanila.

Sementara itu hal yang meringankan bagi terdakwa adalah kooperatif selama persidangan serta tindakan pembunuhan dilakukan tanpa unsur terencana.

Peristiwa pembunuhan bermula ketika terdakwa hendak jalan-jalan pagi di sekitar rumah kosnya di Jalan Puri Gading Gang Kresna, Kuta Selatan, Badung, pada Minggu 3 September 2017. Kemudian pukul 08.30 Wita, terdakwa melintas di depan rumah yang ditempati dua korban di Jalan Puri Gading II Blok F1 No 6, Jimbaran, Kuta, Badung.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help