Pertama Kali Ningkyo Yamaguchigumi Digrebeg Polisi Jepang Terkait Uang Pemerasan 2 Juta Yen

Awal bulan ini, polisi Fukuoka menangkap Toru Ueki, 64 nomor tiga bos Ninkyo Yamaguchi-gumi ini

Pertama Kali Ningkyo Yamaguchigumi Digrebeg Polisi Jepang Terkait Uang Pemerasan 2 Juta Yen
Richard Susilo
Markas Ninkyo Yamaguchigumi di Amagasaki perfektur Hyogo yang juga markas Ikeda Gumi kemarin (26/3/2018) sekitar jam 11:30 waktu Jepang digerebeg polisi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Setelah kelompok mafia Jepang terbaru ke-23, Ninkyo yamaguchigumi (NY) diakui pemerintah Jepang tanggal 22 Maret lalu, kemarin (26/3/2018) digerebeg pertama kali markasnya oleh polisi perfektur Fukuoka kerjasama dengan polisi Perfektur Hyogo karena diduga kuat melakukan pemerasan uang 2 juta yen kepada pemilik sebuah restoran di Fukuoka.

"Markas NY digerebeg polisi kemarin sekitar pukul 11:30 pagi. Para petugas sekitar 10 orang memasuki markas di Amagasaki  untuk mencari bukti terkait dengan dugaan ancaman yang dibuat kepada pengelola restoran di Fukuoka atas pembayaran pinjaman sebesar 2 juta yen," ungkap sumber Tribunnews.com Selasa ini (27/3/2018).

Awal bulan ini, polisi Fukuoka menangkap Toru Ueki, 64 nomor tiga bos Ninkyo Yamaguchi-gumi ini, dan saudaranya, Takashi 69 tahun, yang merupakan  para pimpinan dari geng yang sama. Mereka berdua menyangkal tuduhan.

Pada tanggal 30 April tahun lalu, Ninkyo Yamaguchi-gumi dibentuk setelah geng afiliasi   memutuskan hubungan dengan Kobe Yamaguchi-gumi, yang   dibentuk setelah dipecat dari Yamaguchi-gumi dan membentuknya tanggal 27 Agustus 2015.

Sejak pembentukan Ninkyo Yamaguchi-gumi, polisi telah waspada atas kemungkinan kekerasan antara ketiga faksi Yamaguchi-gumi.

Informasi mengenai yakuza bisa mengikuti seminar yakuza April mendatang di Jakarta dapat mendaftar ke: yakuzaindonesia@ymail.com (Subject: Seminar Yakuza) dengan pembicara salah satu mantan bos Yamaguchigumi.

Info lengkap yakuza dapat dilihat di www.yakuza.in.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help