Potong Jari Sendiri Tanda Minta Maaf di Yakuza Jepang, Bahkan Ada Sampai 12 Ruas Jari Dipotong

Yubitsume atau potong jari sudah lazim di kelompok mafia Jepang (Yakuza). Bahkan bisa sampai 12 ruas jari yang dipotong.

Potong Jari Sendiri Tanda Minta Maaf di Yakuza Jepang, Bahkan Ada Sampai 12 Ruas Jari Dipotong
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sugawara Ushio (53) di studio Kompas TV, Jumat (6/4/2018). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Yubitsume atau potong jari sudah lazim di kelompok mafia Jepang (Yakuza). Bahkan bisa sampai 12 ruas jari yang dipotong, artinya terjadi 12 kali kesalahan dan minta maaf.

"Di Jepang ada yang 12 ruas jadi dipotongnya sendiri karena melakukan kesalahan 12 kali. Namun jari telunjuk dan jari jempol tidak boleh dipotong karena dia tak akan bisa pegang apa pun, kasihan kehidupannya," kata Sugawara Ushio (53), mantan bos Watanabe gumi dan Sato gumi yang berafiliasi ke Yamaguchigumi kepada Tribunnews.com baru-baru ini.

Sugawara pensiun dari Yakuza sejak 3 tahun lalu (2015) dan anak buahnya sekitar 50 orang hanya 3 orang yang tersisa di dalam kelompoknya.

"Yang lain mengeluarkan diri dari yakuza lalu bisnis sendiri, atau kerja dengan orang lain dan sebagainya," kata dia.

Baca: Yakuza Jepang Ternyata Seperti Kalangan Bisnis Lainnya, Mereka Hanya Mencari Uang

Pada saat Sugawara pensiun dari yakuza, dia membuat surat pernyataan dan laporan kepada polisi, menyatakan tidak akan kembali ke yakuza dan akan melakukan segala yang terbaik bagi negara Jepang di tengah masyarakat umum, tanpa menyentuh pelanggaran hukum lagi.

Sugawara Ushio (53) di studio Kompas TV, Jumat (6/4/2018).
Sugawara Ushio (53) di studio Kompas TV, Jumat (6/4/2018). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Apabila saya melanggar janji saya tersebut tentu hukumannya berat sekali bahkan bukan tidak mungkin masuk penjara lagi dengan hukuman berat," kata dia.

Dengan demikian sudah ada pemisahan atau tembok besar pemisah antara dunia yakuza dan non yakuza atau dunia masyarakat umum.

Kemudian Sugawara yang sudah cerai dan punya satu anak itu, membuat buku mengenai kisah kehidupannya terutama di bidang ekonomi.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help